Investasi Rp 116 Triliun, Pupuk Indonesia Tingkatkan Kapasitas Produksi

oleh -626 Dilihat
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi.(Foto: istimewa)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Guna mengejar target swasembada pangan, PT Pupuk Indonesia (Persero) bakal melakukan investasi Rp 116 triliun. Dana sebesar itu untuk membuka kawasan industri pupuk serta mengembangkan kapasitas produksi.

”Sebagian dana investasi itu akan kami gunakan untuk membuka kawasan industri pupuk baru, yaitu mega proyek kami di Fakfak, Papua Barat,” ungkap Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Jumat, (21/3/2025).

Ia memaparkan, penambahan kapasitas produksi merupakan langkah penting untuk bisa memastikan ketersediaan pupuk untuk mencapai swasembada pangan.

Menurutnya, pencapaian swasembada pangan suatu negara berkaitan erat dengan kondisi industri pupuk di negara tersebut.

Indonesia, merupakan salah satu contoh nyata sebuah negara yang pernah mencapai swasembada pangan karena fokus mengembangkan industri pupuknya.

Sejarah Swasembada

Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pertama kali pada tahun 1984. Pencapaian itu tak terlepas dari pembangunan industri pupuk yang pertama kali tahun 1959 di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) hingga pembangunan PT Pabrik Iskandar Muda (PIM) di Aceh pada 1982.

”Tahun 1984 Indonesia itu mencapai swasembada beras dimulai dengan gerakan pembangunan industri pupuk tahun 1959 di Pusri,” jelas Rahmad.

Ia mengatakan ejak 1982 sampai sekarang belum ada pembangunan kawasan baru, padahal di tahun 2045, penduduk Indonesia akan tumbuh menjadi 324 juta jiwa.

Artinya, kebutuhan beras nasional akan mencapai 37 ton atau naik enam juta ton.

Menurut Rahmad pupuk berkontribusi sekitar 62 persen terhadap produktivitas pertanian.

Karena itu, pencapaian swasembada pangan sangat sulit tercapai tanpa ketersediaan pupuk yang cukup.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.