JOGJA, bisnisjogja.id – Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 secara resmi meluncurkan rangkaian kegiatan ekonomi syariah terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara peluncuran tersebut dilangsungkan di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, pada Kamis (30/7/2026).
Digelar secara hybrid bekerja sama dengan Vertizone TV, peluncuran dihadiri para pemangku kepentingan utama daerah. Kolaborasi strategis melibatkan Pemerintah Daerah DIY, Bank Indonesia DIY, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, hingga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY.
Ketua MES DIY, Prof Edy Suandi Hamid menyampaikan optimismenya agar ajang ini mampu bertransformasi menjadi festival berskala global. Ia mencontohkan negara non-muslim seperti Thailand yang sukses menggelar festival halal berskala besar.
“Saya kagum dan tergelitik sekaligus malu karena di Bangkok yang penduduk muslimnya sedikit tetapi bisa menyelenggarakan Mega Halal Festival. Harapannya JHF yang akan digelar Desember 2026 ini nanti lebih menasional bahkan mendunia. Kita ajak para tenant potensial untuk ikut merayakan JHF #3,” ujar Edy.
Pusat Produk Halal
Dukungan penuh turut disuarakan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DIY, Tazbir Abdullah. Menurutnya, sinergi lintas sektor ini penting untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai pusat produk halal nasional dan global.
“Atas nama Kadin DIY kami sampaikan ucapan terima kasih dan mendukung JHF #3. Kami ingin membangun ekonomi masyarakat agar ada keseimbangan perekonomian, berkolaborasi dengan MES membangun ekonomi halal dan mendorong Jogja sebagai pusat produk-produk halal yang menasional dan mengglobal,” ungkap Tazbir.
Dari sudut pandang moneter, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menilai festival ini memiliki peran krusial dalam memperkuat struktur ekonomi daerah. Pameran tidak sekadar menjadi ajang promosi komersial semata.
“Penyelenggaraan JHF #3 ini tidak saja menjadi ajang marketing bagi produk halal, tetapi juga untuk membangun ekosistem perekonomian syariah yang berkelanjutan di DIY,” tegas Sri Darmadi.
Pariwisata Ramah Muslim
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur DIY, Noviar Rahmad, menyoroti pentingnya jaminan pasokan dan kualitas produk guna mendukung sektor pariwisata ramah Muslim di Yogyakarta. Sertifikasi dipandang sebagai instrumen keberlanjutan bisnis.
“Keramahan kepada wisatawan muslim akan menambah inklusivitas pariwisata DIY. Sertifikasi halal tidak hanya formalitas, melainkan lebih dari itu harus bisa menjamin pasokan produk-produk halal yang ada kontinyuitasnya,” paparnya.
Ketua Organizing Committee (OC) JHF #3, Heroe Poerwadi, mengungkapkan bahwa antusiasme awal para pelaku usaha terhadap gelaran puncak pada Desember 2026 sudah sangat positif. Tercatat puluhan stan telah terpesan oleh calon partisipan.
“Sudah ada tiga puluhan booth yang terpesan, juga ada beberapa pihak berpengaruh yang menyatakan siap memberikan dukungannya. Untuk itu yang lain jangan sampai ketinggalan,” imbau Heroe.
Sebagai etalase komprehensif, JHF #3 akan menampilkan berbagai sektor mulai dari makanan dan minuman, fesyen, kosmetik, pariwisata syariah, hingga industri kreatif. Bagi pelaku usaha yang berminat bergabung, panitia telah membuka pendaftaran resmi melalui narahubung Fajar di nomor 0819-0408-9999.

