Site icon Bisnis Jogja

Warga Ponggalan Angkat Potensi UMK agar Naik Kelas

BAZAR UMK: Warga menggelar bazar UMK untuk menghidupkan ekonomi rakyat.(Foto; Y Sri Susilo)

JOGJA, bisnisjogja.id – Semua pihak harus mendorong Usaha Mikro dan Kecil (UMK) agar dapat tumbuh, berkembang dan naik kelas. Usaha tersebut sebagai unit usaha dapat maju dan berkembang karena faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal misalnya kemauan untuk belajar serta kemampuan finansial, sumber daya manusia serta faktor manajemen lainnya. Faktor eksternal merupakan variabel dari luar UMK namun berpengaruh terhadap perkembangan UMK.

Faktor ekseternal tersebut misalnya kondisi perekonomian, kebijakan pemerintah, persaingan usaha dan lainnya. Faktor eksternal lain yang penting yakni kontribusi pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan UMK.

Salah satu pemangku kepentingan termaksud adalah komunitas masyarakat di sekitar tempat UMK berusaha.

Sepanjang bulan Agustus, masyarakat memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan RI. Banyak acara berlangsung guna merayakan hari kemerdekaan. Salah satunya, bazar atau pameran UMK di lingkungan kampung, desa, kantor, kelurahan, kecamatan dan bahkan di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Potensi Lokal

Warga RW06 Ponggalan, Karangmiri, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta tak ketinggalan menggelar beberapa kegiatan untuk merayakan kemerdekaan. Mereka mengadakan jalan sehat, berbagai lomba, bazar UMKM serta tasyakuran dan pentas seni.

Khusus acara bazar UMK berlangsung Satu lalu (31/08/2024). Bazar berupa makanan/minuman serta produk kerajinan dengan peserta 25 yang mayoritas warga setempat.

”Kami mencoba mengangkat potensi usaha mikro kecil di wilayah sendiri,” Ketua Panitia, jelas Hedi Pandowo SE MKom.

Menurut Hedi, potensi UMK wilayah RW06 Ponggalan harus didorong untuk tumbuh dan berkembang. Kegiatan pameran merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan UMK.

”Pemberdayaan usaha mikro dan kecil salah satunya dapat dengan cara membeli produk mereka,” imbuh Ketua RW 06, H Nurwahyudi Utomo.

Ia mengungkapkan selama ini pelaku UMK sering mengalami kendala dalam pemasaran dan penjualan. Karena itu tetangga dan warga sekitar dapat nglarisi dengan ikut membeli produk UMK.

Dalam peringatan HUT Kemerdekan, berlangsung pula tasyakuran dan pentas seni. Kegiatan tersebut juga berdampak positif untuk UMK. Usaha yang terkait misalnya persewaan sound system, tenda, kursi serta makanan kecil.

Permintaan produk bendera dan umbul-umbul juga meningkat. Jenis usaha tersebut pada umumnya merupakan UMK.

“”Kami panitia menyediakan sejumlah hadiah dan door prize bagi masyarakat yang mengikuti lomba. Ada sepeda, TV, kompor gas, kipas angin, setrika dan produk lainnya,” ujar H Tri Juni yang juga panitia.

Exit mobile version