JOGJA, bisnisjogja.id – Mahasiswa harus peka pada isu sosial dan dapat menciptakan solusi berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.
Salah satu solusinya, program-program yang berorientasi kewirausahaan. Program tersebut dapat mengatasi berbagai persoalan termasuk kemiskinan.
”Program WMK 2024 mengangkat Tema Techno Sociopreneurship. Program dalam tiga fase yakni pre immersion, immersion dan post immersion yang akan berlangsung dari bulan September hingga Desember,” ungkap Ketua Pelaksana Program Wirausaha Merdeka UGM, Dr Hempri Suyatna.
Ia menyampaikan itu pada peluncuran Program Wirausaha Merdeka sekaligus logo yang merepresentasikan manusia dengan segala potensi, mimpi, dan tekad untuk bertransformasi menjadi wirausahawan.
Dampak Sosial
Menurut Hempri, wirausahawan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak sosial untuk perubahan.
”Dengan mengikuti program ini, mahasiswa tidak hanya belajar dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam dunia bisnis dan kewirausahaan,” ujar Rektor UGM, Prof Ova Emilia.
Ketua Program WMK Pusat, Gamaliel Alexander Emil Waney mengatakan peserta WMK dapat memanfaatkan kesempatan untuk belajar bersama mahasiswa di seluruh Indonesia. Mreka bisa berkolaborasi menciptakan inovasi berkelanjutan.
”Peserta dapat membangun usaha guna memecahkan masalah sosial seperti kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan dengan cara yang tidak muluk-muluk tapi bisa berjalan serta berkelanjutan,” imbuh Ketua Karang Taruna DIY, Gusti Kanjeng Ratu Hayu.

