JAKARTA, bisnisjogja.id – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Mahakarya Pictures untuk meluncurkan livery kereta khusus serta instalasi seni bertema film Pelangi di Mars.
Langkah strategis itu bertujuan memperluas jangkauan promosi film nasional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari Kekayaan Intelektual (IP) lokal di sektor transportasi publik.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan kolaborasi membuka ruang promosi yang lebih luas bagi karya kreatif Indonesia, terutama film kategori keluarga. Pihaknya berupaya memperkuat kehadiran negara dalam menciptakan pengalaman perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat melalui sentuhan seni.
Manfaatkan Liburan Lebaran
Irene menjelaskan momentum mudik dan libur Lebaran 2026 menjadi peluang emas bagi film Pelangi di Mars untuk menyapa publik melalui medium kreatif di kereta api.
Aktivasi imajinatif tidak hanya mempercantik transportasi publik, tetapi juga membuat suasana liburan terasa lebih semarak dan dekat dengan keseharian penumpang.
Sinergi antarsektor tersebut sekaligus membuktikan besarnya potensi ekonomi IP lokal yang lahir dari tangan dingin talenta muda Indonesia. Pemerintah memandang pengembangan IP sebagai salah satu kekuatan utama industri kreatif nasional yang mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
Hiasi Stasiun dan Gerbong Kereta
Manajemen KAI kini menghiasi Stasiun Gambir dengan instalasi visual yang mengadopsi elemen robot dan detail set dari film tersebut untuk menyambut para pemudik. Kehadiran dekorasi tematik memberikan ruang bagi penumpang untuk berinteraksi, berfoto, dan menikmati atmosfer liburan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Secara teknis, operator kereta api mengaplikasikan livery khusus pada rangkaian KA Argo Dwipangga dengan menonjolkan warna cerah serta karakter utama robotik.
Perpaduan antara visual di badan kereta dan dekorasi stasiun menciptakan identitas unik yang memberikan pengalaman estetika segar bagi para pelanggan setia KAI.
Irene menambahkan bahwa perjalanan mudik kini menawarkan pengalaman kreatif yang sangat akrab dengan dunia imajinasi anak-anak. Transformasi suasana mampu mereduksi kejenuhan selama perjalanan jauh serta menghadirkan kesan menyenangkan bagi keluarga yang merayakan Lebaran di kampung halaman.
Film Anak Sangat Terbatas
Produser film Pelangi di Mars, Dendi Reynando, menyoroti masih terbatasnya produksi film anak meskipun permintaan pasar terhadap tontonan keluarga terus melonjak. Ia berharap karya tersebut mampu memperkuat karakter cerita lokal dan bertransformasi menjadi aset intelektual yang bernilai ekonomi tinggi di masa depan.
Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, menyambut positif kolaborasi sebagai langkah konkret mendukung karya anak bangsa di ruang publik. KAI berkomitmen menjadikan kereta api sebagai sarana yang lebih berwarna dan edukatif bagi pelanggan melalui integrasi karya seni dan promosi industri kreatif.
Sebagai catatan, sinergi merupakan kelanjutan dari rangkaian kolaborasi IP lokal yang sukses digelar sepanjang tahun 2025, mulai dari karakter komik hingga film animasi. Film Pelangi di Mars sendiri dijadwalkan mulai menyapa penonton di seluruh bioskop pada 18 Maret 2026 sebagai pilihan tontonan utama keluarga.





