DI TENGAH turbulensi nilai tukar rupiah yang menyentuh lebih Rp17.500 per dollar AS dan IHSG yang kembali terjerembab, Menkeu Purbaya menyatakan segara mengaktifkan bond stabilization fund (BSF) mulai kemarin (13 Mei 2026). Sejak diwacanakan beberapa bulan yang lalu, polemik tentang BSF ini sudah cukup ramai diperdebatkan di kalangan ekonom, terutama para ekonom yang lebih intens mengamati pergerakan pasar keuangan dan bursa efek.
Bisnis Jogja
Pertamina Jaga Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA, bisnisjogja.id – Pertamina menegaskan pentingnya peran perusahaan minyak milik negara atau National Oil Company (NOC) dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi. Langkah strategis ini dinilai krusial di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, dinamika pasar global, dan tantangan transisi energi yang kian kompleks.
Pentingnya Penyusunan Laporan Keuangan
JOGJA, bisnisjogja.id – Departemen Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan pengabdian masyarakat bertema ”Pelatihan Otomatisasi Penyusunan Laporan Keuangan EMKM Berbasis Microsoft Excel bagi MGMP Ekonomi DIY”.
Ketika Pelemahan Rupiah Tak Bermakna Undervalued, Melainkan the Price of Stupidity
PELEMAHAN rupiah tidak selalu dapat dibaca sebagai sinyal bahwa mata uang nasional telah undervalued dan akan segera kembali menguat secara alamiah. Dalam situasi global ketika pasar obligasi Amerika Serikat menekan pemerintah besar sekalipun, pelemahan rupiah justru bisa mencerminkan kegagalan membaca risiko, atau dalam bahasa yang lebih telanjang: stupidity kebijakan.
Kelas Menengah Paling Rentan Terpukul Krisis
JOGJA, bisnisjogja.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berkali-kali mengalami pelemahan. Kondisi itu kian memicu kekhawatiran publik terhadap stabilitas ekonomi domestik.
Harga Sapi Impor Melonjak
JOGJA, bisnisjogja.id – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan meningkatnya persaingan ekspor di Australia memicu lonjakan harga sapi impor. Ditambah ketidakpastian geopolitik global sejak akhir 2025 menjadi alarm keras bagi ketahanan pangan hewani di Indonesia yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.












