JOGJA, bisnisjogja.id – Departemen Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FBE UAJY) bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah DIY menggelar Seminar Nasional bertajuk ”Tax Compliance for Public Organizations: Perspektif Regulator, Wajib Pajak, dan Konsultan Pajak”.
Bisnis Jogja
Perjanjian Dagang AS-Indonesia, Penjajahan Gaya Baru
JOGJA, bisnisjogja.id – Perjanjian dagang Indonesia dan Amerika Serikat mendapat reaksi keras dari berbagai pihak. Pasalnya, perjanjian tersebut lebih mirip penjajahan gaya baru melalui sektor ekonomi. Bahkan, perjanjian dagang bisa berdampak sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan negara.
Menteri Keuangan: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen
JAKARTA, bisnisjogja.id – Perekonomian Indonesia menunjukkan performa bagus pada pembukaan tahun 2026. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (yoy), melampaui capaian triwulan sebelumnya yang berada di angka 5,39 persen.
Dari Diskusi Membumikan Sumitronomics
JOGJA, bisnisjogja.id – Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PP ISEI) bekerjasama Bank Indonesia (BI), Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII), dan ISEI Cabang Yogyakarta meneyelengarakan focused group discussion (FGD) yang bertajuk ”Membumikan Sumitronomics: Pendalaman Konsep Pemikiran Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo”.
Bahasa Indonesia Pintu Strategis Diplomasi dan Ekonomi
JAKARTA, bisnisjogja.id – Penggunaan bahasa Indonesia secara resmi oleh Vatikan dinilai memiliki signifikansi strategis dari sudut pandang diplomasi internasional dan dinamika internal Gereja. Hal tersebut ditegaskan oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, saat menerima kunjungan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Wisma Keuskupan Agung Jakarta, Senin (04/05/2026).
Rupiah Terus Melemah, Pelaku Usaha Khawatir
JOGJA, bisnisjogja.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini telah menembus level psikologis di atas Rp 17.400. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku pasar dan dinilai sebagai refleksi dari kombinasi tekanan dinamika global serta rapuhnya fundamental ekonomi domestik.












