Melihat dari Dekat Potensi Wisata Jogja

oleh -323 Dilihat
JALUR SELATAN: Jelajah wisata Motoran Sabtu Pagi (MSP) berhenti sejenak di jalur selatan yang sebagian merupakan tebing.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Potensi pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sangat lengkap mencakup wisata alam, budaya dan buatan. Destinasi wisata seluruh pelosok relatif terjangkau dengan berbagai jenis kendaraan.

Wisata alam mencakup pantai, gunung dan bukit, sungai dan alam lainnya. Berkaitan dengan giat wisata alam, khususnya pantai, bukit dan sawah, Komunitas Motoran Sabtu Pagi (MSP) melihat dari dekat wisata menuju Pantai Baron, Kalurahan kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

”Komunitas MSP berawal dari sepeda yang sesekali berwisata mengendarai motor untuk selingan,” tutur salah satu peserta, Y Sri Susilo.

Motor yang mereka kendarai bertenaga 155 – 250 cc. Anggota komunitas mencapai 12 orang. Pada blusukan Pantai Baron hanya lima anggota yang berpartisipasi karena sebagian anggota sedang beraktivitas luar kota.

Mereka berangkat pukul 07.00 dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY (KPwBI) DIY menuju Pantai Baron. Rutenya, Kota Yogyakarta ke arah selatan menuju jalan Imogiri Barat. Selanjutnya menuju Selopamioro, Panggang dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) kemudian berakhir di Pantai Baron.

”Jalur rute sampai jalan Imogiri Barat lalu lintas masih padat karena jam kerja,” jelas Koordinator MSP, Banu Tahantara.

Nikmati Keindahan

Menurut Banu, setelah jalan Imogiri Barat lalu lintas relatif lancar. Peserta wisata motor dapat menikmati tanjakan Siluk menuju Panggang sambil menikmati keindahan alam sekitar. Cuaca yang berawan juga mendukung berkendara motor dengan lebih nyaman.

”Kecepatan kita atur berkisar 40-50 km per jam agar dapat berkendara dengan nyaman dan aman,” ungkap Banu.

WISATA MOTOR: Komunitas Motoran Sabtu Pagi (MSP) mengawali perjalanan dari depan Bank Indonesia DIY.(Foto: istimewa)

Anggota komunitas, Didi Krisnadewara mengatakan JJLS sangat cocok untuk wisata motor. Jalan relatif mulus, berkelok-kelok serta pemandangan menarik. Di beberapa titik di JJLS, rombongan berhenti untuk mengambil foto.

”Saya membayangkan akan mencoba melintasi JJLS dengan rute yang lebih panjang sampai Pacitan, Jawa Timur,” harap Didi yang berusia hampir 70 tahun namun tetap rutin bersepeda dan bermotor.

Setelah menempuh perjalanan hampir 60 km selama dua jam, rombongan sampai di Pantai Baron. Seperti biasa, mereka beristirahat sembari menikmati keindahan pantai dan makan siang.

Perjalanan kembali menuju Kota Yogyakarta melalui jalur yang berbeda. Setelah lepas dari Pantai Baron dan melintasi JJLS, rombongan menuju ke Paliyan, Playen dan Gading.

Dari Gading menuju jalan tembus baru, Jalan Sembada Handayani sampai di daerah Nglanggeran.

Peserta melanjutkan perjalanan menuju Pathuk, Jalan Wonosari dan masuk Kota Yogyakarta. Perjalanan ke Yogyakarta ditempuh selama 90 menit karena lalu lintas relatif lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.