Pentingnya Data dalam Pertumbuhan Bisnis

oleh -98 Dilihat
SENSUS: Para narasumber menyampaikan paparan mengenai pentingnya Sensus Ekonomi.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2026 akan menyelenggarakan Sensus Ekonomi. Berkaitan dengan hal tersebut BPS Provinsi DIY menyelenggarakan Rapat Koordinasi Persiapan Sensus Ekonomi 2026 di Hotel New Saphire, Yogyakarta.

Hadir dalam rapat tersebut antara lain Plt Kepala BPS DIY Ir Herum Fajarwati MM, Asisten Setda Bidang Administrasi Umum, Provinsi DIY Ir Srie Nurkyatsiwi MMA dan Kepala TVRI Yogyakarta Akhbar Sahidi.

Pejabat di lingkungan BPS DIY dan perwakilan dari OPD, Perbankan, Organisasi Pengusaha, Perguruan Tinggi dan Media Cetak/Online/Elektronik juga hadir dalam rakor tersebut.

Pada rakor tersebut juga berlangsung ”talk show” dengan narasumber Statistisi Ahli Utama BPS Provinsi DIY Sentot Bangun Widoyono dan Pengurus Kadin DIY Y Sri Susilo.

Susilo menyampaikan materi dengan topik ”Peran Data Dalam Mendukung Pertumbuhan Usaha”. Ia mengungkapkan peran data sebagai bahan utama untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat dan terarah, mulai dari tingkat bisnis hingga pemerintahan.

”Data juga berfungsi sebagai dasar perencanaan suatu kegiatan, alat evaluasi kinerja, dan sumber informasi yang digunakan untuk memahami pola, tren, serta memprediksi masa depan,” jelas Susilo yang juga dosen FBE UAJY.

Keputusan Bisnis

Susilo menjelaskan bahwa data adalah fondasi penting untuk pengambilan keputusan bisnis yang akurat dan strategis, memungkinkan perusahaan membuat keputusan berdasarkan fakta dan bukti objektif, bukan intuisi.

”Penggunaan data membantu mengidentifikasi peluang dan risiko, meningkatkan efisiensi operasional, dan memahami pelanggan lebih baik,” jelas Susilo yang juga Pengurus Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DIY.

Disamping itui, dengan analisis data, perusahaan dapat memprediksi tren pasar dan mengoptimalkan strategi pemasaran hingga keuangan.

”Publikasi data BPS dapat digunakan untuk membantu pengusaha dalam pengambilan keputusan dalam jangka pendek, menengah dan Panjang,” jelasnya.

Menurut Susilo, data ekonomi mikro seperti Statistik Industri, Indeks Pembelian Manajer dan Susenas dapat digunakan membantu pengusaha dalam menganalisis lingkungan industri, termasuk aspek produksi dan pasar.

Publikasi data BPS, misalnya indikator ekonomi makro seperti pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, inflasi, suku bunga, ekspor, impor dan indikator lainnya dapat membantu pengusaha dalam mengestimasi dan melakukan proyeksi usahanya ke depan.

”Indikator tersebut digunakan pengusaha untuk melihat kondisi lingkungan ekonomi makro yang kemungkinan berdampak terhadap usahanya,” jelas Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta tersebut.

Ia menambahkan, pengusaha wajib mendukung dan mensukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan bersedia menjadi responden. Hasil dari Sensus Ekonomi 2026 nantinya dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengambil kebijakan baik di kalangan pemerintahan, dunia usaha, perguruan tinggi, media dan masyarakat umum.

No More Posts Available.

No more pages to load.