Dinamika Global, Terjadi Pergeseran Paradigma Perdagangan

oleh -678 Dilihat
Guru Besar Ilmu Ekonomi bidang kepakaran Ekonomi Internasional USD, Josephine Wuri.(Foto: Y Sri Susilo)

JOGJA, bisnisjogja.id – Dinamika perdagangan internasional tidak lagi terpusat pada perdagangan barang akhir antarnegara, melainkan pada perdagangan barang intermediate.

Dosen Prodi Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma (USD), Josephine Wuri mengungkapkan itu pada pidato pengukuhannya sebagai guru besar, Jumat (21/11/2025).

Ia menyampaikan pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Ilmu Ekonomi bidang kepakaran Ekonomi Internasional di Kampus III.

Pidato pengukuhan yang berjudul ”Fragmentasi Produksi Internasional: Pergeseran Paradigma Perdagangan Internasional” disampaikan dalam Sidang Terbuka Senat USD yang dipimpin oleh Ketua Senat yang juga Rektor Albertus Bagus Laksana SJ SS PhD.

Menurut Wuri, fragmentasi produksi internasional menuntut Indonesia untuk menempatkan diri bukan sebagai penyedia bahan mentah, tetapi sebagai pencipta nilai di sepanjang rantai produksi global.

”Posisi sektor industri dalam rantai nilai global masih relatif rendah,” jelas Wuri yang juga pengurus dan anggota ISEI Cabang Yogyakarta.

Perlu Transformasi

Ia menjelaskan, sebagian besar industri di Indonesia berperan pada tahap produksi menengah dan dasar, yang menghasilkan nilai tambah terbatas. Sementara negara lain di Kawasan Asia Tenggara lebih fokus pada produksi dan pasar dengan barang yang bernilai tambah tinggi.

”Kondisi tersebut menandakan perlunya transformasi industri nasional menuju arah yang lebih produktif, inovatif dan berdaya saing global,” harap Wuri yang lulus Sarjana, Magister dan Doktor dari FEB UGM.

Menurutnya transformasi sektor industri menuntut perubahan paradigma dari orientasi gross export menjadi value added export.

Wuri menekankan hilirisasi industi menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam fragmentasi produksi internasional.

Melalui pengolahan bahan mentah dalam negeri, dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi, memperluas kesempatan kerja dan memperkuat fondasi Pembangunan ekonomi jangka panjang.

BERSAMA: Pengukuhan Prof Josephine Wuri bersamaan dengan Prof Yoseph Yapi Taum yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang kepakaran Teori Sastra.(Foto: Y Sri Susilo)

Berkaitan dengan hal tersebut, ia menegaskan perlunya ekosistem industri yang kuat, infrastruktur yang efisien, riset dan inovasi yang terintegrasi, sumber daya manusia yang kompeten, dan tata kelola yang konsisten. Indonesia memiliki peluang yang besar untuk menjadi pemain yang penting dalam fragmentasi industri internasional.

Nilai Tambah

”Hal itu dimungkinkan karena Indonesia memiliki letak geografis yang strategis, kekayaan alam yang melimpah dan pasar domestik yang besar,” jelas Wuri, istri dari Paulus Rahyu Widayadi.

Ia menyatakan masa depan ekonomi Indonesia bukan lagi ditentukan seberapa banyak yang digali dari bumi tetapi seberapa besar nilai tambah melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan kemampuan berkolaborasi.

Pidato Pengukuhan Prof Josephine Wuri bersamaan dengan Prof Yoseph Yapi Taum yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang kepakaran Teori Sastra.

Hadir dalam cara pengukuhan tersebut antara lain Kepala LLDikti V DIY Prof Setyabudi Indartono, Sekretaris Pelaksana Yayasan Sanata Dharma Drs A Triwanggono MSi, dosen FE USD, kolega dan keluarga Prof Josephine Wuri.

No More Posts Available.

No more pages to load.