BANTUL, bisnisjogja.id – Di tengah hiruk-pikuk penguatan ekonomi kreatif, perhatian terhadap aktor di balik kelestarian budaya tetap menjadi prioritas. Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman, melalui Yayasan GPC, menyambangi Dusun Trukan, Sriharjo, Imogiri, untuk memberikan dukungan nyata bagi Lukman (90), seorang tokoh seni Jathilan yang telah tiga tahun terbaring lumpuh.
Ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan bentuk apresiasi terhadap aset manusia yang telah menjaga identitas budaya lokal. Lukman, yang kini hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur karena faktor usia dan sakit, menjadi simbol pentingnya jaring pengaman sosial bagi para pelaku seni tradisional di daerah.
Momen haru pecah saat Gandung menyerahkan satu unit kursi roda, santunan uang tunai, dan paket sembako. Bagi Lukman, kursi roda tersebut adalah kaki baru yang memungkinkannya kembali melihat dunia luar setelah sekian lama terisolasi di dalam kamar akibat keterbatasan fisik.
Jaga Ekosistem Budaya
Gandung menegaskan kepedulian pada tokoh seni adalah investasi moral untuk menjaga ekosistem budaya tetap hidup.
“Ini bentuk dukungan moral agar beliau tetap semangat. Dengan kursi roda ini, kami berharap beliau bisa kembali menikmati aktivitas di luar kamar,” ungkap Gandung di sela-sela kunjungannya.
Ekspresi bahagia terpancar jelas dari wajah Lukman saat mencoba kursi roda tersebut. Suasana semakin menyentuh ketika ia, dengan tangan gemetar, menyerahkan amplop santunan kepada sang istri. Sebuah gestur syukur yang mendalam atas perhatian yang datang di masa senjanya.
Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah, menilai aksi tersebut sebagai penguat kohesi sosial di wilayahnya. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan dampak psikologis yang besar bagi keluarga penerima.
”Kami sangat berterima kasih. Bantuan ini sangat berarti dan membawa kebahagiaan bagi Pak Lukman dan keluarga,” tuturnya.
Kehadiran tokoh politik dan yayasan sosial ke akar rumput ini juga disaksikan oleh Anggota DPRD DIY, Syarif Guska Laksana. Sinergi antara wakil rakyat dan lembaga sosial dapat menjadi model bagi pelaku usaha lain dalam menyalurkan bantuan yang tepat sasaran dan berdampak langsung secara emosional.
Ringankan Beban Ekonomi
Dukuh Trukan, Andriyanto, menambahkan aksi nyata wakil rakyat merupakan bukti kehadiran negara dan tokoh masyarakat di tengah kesulitan warga. Baginya, kunjungan langsung ke rumah warga memberikan rasa aman dan dihargai, terutama bagi para sesepuh yang telah berjasa bagi desa.
Dari sisi ekonomi sosial, bantuan sembako dan uang tunai sedikit banyak meringankan beban konsumsi keluarga Lukman. Hal ini sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah pedesaan melalui pendekatan personal dan bantuan alat penunjang kemandirian.
Aksi sosial menjadi pengingat bagi pelaku ekonomi dan bisnis bahwa kemajuan zaman tidak boleh meninggalkan para penjaga tradisi. Keberlanjutan budaya adalah fondasi dari industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang menjadi motor penggerak ekonomi Yogyakarta.





