JOGJA, bisnisjogja.id – Banyak orang gagal menabung karena berbagai alasan. Belum waktunya diambil tetapi sudah ingin segera mencairkan. Kelihatannya sepela tetapi membuat tabungan tak pernah terkumpul, malah menipis.
Sebenarnya ada cara supaya tak ingin buru-buru menggunakan uang tabungan. Menurut dosen Ekonomi Syariah UMY, Satria Utama SEI MEI, membangun kebiasaan menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar.
Menurutnya, yang terpenting adalah konsisten menyisihkan sebagian pendapatan agar tujuan keuangan jangka panjang dapat tercapai. Seiring berkembangnya teknologi digital, masyarakat juga semakin dimudahkan melalui berbagai layanan keuangan yang membantu membangun kebiasaan tersebut.
”Salah satu prinsip utama dalam perencanaan keuangan adalah menempatkan tabungan sebagai prioritas, bukan sekadar menyisakan uang di akhir bulan,” tandas Satria.
Prinsip penting dalam perencanaan keuangan yakni menjadikan tabungan sebagai prioritas sejak menerima pendapatan. Setelah itu baru digunakan untuk kebutuhan konsumsi. Selama ini yang sering terjadi justru pendapatan dihabiskan lebih dulu, lalu kalau masih ada sisa baru ditabung.
Disiplin Finansial
Menurut Satria, perkembangan layanan perbankan digital dapat membantu masyarakat membangun disiplin finansial. Berbagai fitur, seperti autodebet, tabungan rutin, hingga pengelompokan dana melalui aplikasi perbankan, memungkinkan seseorang menyisihkan uang secara otomatis setiap kali menerima penghasilan.
Mobile banking bukan hanya untuk transaksi. Banyak layanan yang membantu mengelola keuangan, misalnya tabungan rutin melalui autodebet atau fitur pemisahan dana ke beberapa pos kebutuhan. Jadi, setiap menerima pendapatan, sebagian dana bisa langsung disisihkan untuk masa depan sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya.
Selain memanfaatkan teknologi, ia menekankan konsistensi merupakan faktor terpenting dalam membangun kebiasaan menabung. Masyarakat tidak perlu menunggu memiliki pendapatan besar karena kebiasaan finansial justru terbentuk dari rutinitas menyisihkan uang secara berkala.
”Penting pula menetapkan tujuan keuangan yang jelas agar motivasi menabung tetap terjaga. Dengan target yang terukur, seseorang akan lebih mudah mempertahankan konsistensi dalam menyisihkan pendapatan untuk kebutuhan masa depan,” imbuhnya.







