JOGJA, bisnisjogja.id – Aktivitas tamu hotel berurusan dengan makanan dan minuman. Di sinilah pentingnya bidang food and beverage. Sosok chef yang profesional menjadi kewajiban bagi sebuah hotel.
Karena itu, Archipelago International menggelar ”Archipelago Food & Beverage Bootcamp 2025” di Alana Malioboro. Kegiatan bertema ”F&B Holistic Business Approach” dengan peserta 136 chef dan F&B manager seluruh Indonesia.
Tujuannya, para chef dan food and beverage manager naik kelas perspektif bisnisnya. Dengan demikian dapat meningkatkan brand hotel.
Senior Vice President of Operations at Archipelago International, Winston Hanes mengajak untuk memperbaiki dan berinovasi melakukan perubahan lebih baik.
Realistis sekaligus optimistis, Winston mengajak 136 chef dan food and beverage manager untuk berbenah secara internal. Ia menyampaikan bahasan tentang ”solving the daily struggles”, mencari solusi atas persoalan sehari-hari.
”Bisnis besar perhotelan dibangun dari hal kecil-kecil. Namun, jika yang kecil-kecil itu tidak beres, tidak ada bisnis besar,” tandas Winston.
Konsisten
Ia mengungkapkan beberapa hal kecil antara melakukan briefing untuk staf setiap hari, kontrol konsistensi kualitas penyajian, usut sisa makanan, dan berikan apresiasi sekecil apa pun atas kreativitas tim.
Menurutnya, pada hal-hal kecil itu tampak siapa yang punya passion dalam bekerja. Tanpa passion, tanpa kecintaan profesi, kerja menjadi membosankan.
”Bisa dibayangkan, menu seperti apa yang akan disajikan oleh pekerja yang tidak ada hati di sana?” tanya Winston.
Padahal, kepuasan tamu adalah ujung bisnis perhotelan, bukan semata karena menunya, melainkan karena kesan atas menu yang disantapnya. Karena itu, penting untuk mengemas setiap menu sebagai cerita.
Menurutnya, setiap hidangan bisa menjadi cerita. Chef dapat menyampaikan apa yang khas dari hidangan. Ia harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, bukan hanya kepada tamu, namun juga kepada tim.





