JOGJA, bisnisjogja.id – Pelaku UMKM, terutama kuliner, selalu menanti datangnya bulan penuh berkah, Ramadan. Mereka akan mengeluarkan menu-menu yang hanya ada saat Ramadan. Masyarakat pun menanti-nantikan keluarnya makanan yang hanya ada ketika puasa tiba.
Kondisi tersebut tentu menjadikan Ramadan benar-benar penuh berkah. Berkah bagi pelaku UMKM dan juga bagi masyarakat. Apalagi masyarakat cenderung lebih konsumtif karena ingin menyajikan yang terbaik untuk keluarganya.
”Orang yang berpuasa di Indonesia lebih konsumtif, terutama untuk makan minum. Hal ini memberi angin segar bagi pelaku UMKM,” ungkap Dirut PT Saraswanti Indoland Development Indoland Tbk / The Alana Palagan Group, Bogat AR.
Ia menyampaikan pendapatnya pada diskusi Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Hotel Alana, Sabtu (8/3/2025). Sejumlah narasumber menyampaikan gagasan dalam diskusi bertajuk ”Berkah Ramadan” tersebut.
Menurutnya, Ramadan tidak hanya aktivitas yang syariat tetapi juga terdapat tradisi atau pemahaman sosial, seperti menyediakan makanan yang lebih banyak jumlah maupun variasinya. Muncullah kampung-kampung Ramadan yang menyediakan beragam menu, bahkan ada yang keluar hanya ketika puasa tiba.
Omset Meningkat
Akademisi STIE YKPN, Rudy Badrudin menyambung, terjadi peningkatan omset UMKM kuliner banyaknya transaksi. Mereka dapat meraup keuntungan lebih besar. Apalagiadanya pergeseran buka bersama mengundang UMKM.
”Bukan hanya masyarakat muslim yang membeli makanan menjelang berbuka, mereka yang non muslim juga ikut meramaikan. Inilah kebersamaan yang migunani,” ujar Rudy.
Budiharto Setyawan selaku Komisaris Hotel Novotel Suites, Yogyakarta, berpendapat masyarakat berlomba-lomba menyediakan buka puasa gratis melalui masjid atau lembaga lain. Mereka tentu membeli bahan dari pedagang.
”Meskipun ini terjadi secara musiman tetapi sangat membantu pelaku usaha karena tak hanya makanan yang dijual namun juga berbagai pernak-pernik menyambut Lebaran,” jelasnya.
Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY, Dian Ariani menyampaikan pendapat yang sama, Ramadan merupakan berkah dan momentum bagi UMKM untuk meningkatkan usahanya. Kebutuhan masyarakat meningkat dibanding bulan-bulan biasa.
”Pelaku UMKM dapat meningkatkan penjualan dengan promosi yang menarik termasuk melalui media sosial. Kualitas layanan juga harus murah dan mudah, misalnya dengan kemudahan transaksi menggunakan teknologi,” papar Dian.
Keramaian Dadakan
Didi Achjari, Ketua ISEI Cabang Yogyakarta, menambahkan selama Ramadan selalu muncul keramaian dadakan. Banyak pasar tiban yang menyediakan berbagai kuliner dan juga pernak-pernik Lebaran.
”Banyak acara buka puasa bersama keluarga, jamaah, kelompok masyarakat, insititusi, kantor dan lainnya. Ini menjadi peluang bagi pelaku usaha kuliner, termasuk hotel yang juga ramai saat berbuka puasa,” ujat Didi.
Sementara itu, akademisi FBE UAJY, Y Sri Susilo mengatakan pelaku ekonomi, produsen, konsumen maupun regulator sebaiknya melakukan evaluasi diri selama Ramadan. Mereka sudah melaksanakan hak serta kewajibannya secara baik dan benar atau belum.
”Jika hal tersebut tidak berjalan semestinya maka akan menggangu keseimbangan pasar, misalnya terjadi kenaikan harga yang dapat merugikan konsumen,” imbuh Susilo.





