Cegah Mahasiswa Putus Kuliah, UGM Kucurkan Rp 2,6 Miliar

oleh -309 Dilihat
Ilustrasi Gedung Pusat UGM.(Foto: dok UGM)

JOGJA, bisnisjogja.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) berkomitmen memastikan keberlanjutan pendidikan mahasiswanya dengan menyalurkan bantuan beasiswa internal bagi angkatan 2025.

Langkah itu untuk membantu 503 mahasiswa baru kategori KIP Kuliah noneligible. Mereka tidak mendapatkan kuota pendanaan pemerintah namun memiliki keterbatasan ekonomi.

Total dana mencapai Rp 2,6 miliar berasal dari imbal hasil Dana Abadi UGM Rp 1,5 miliar dan alokasi IPI 2025 Rp 1,1 miliar.

Target sasarannya, 503 mahasiswa baru angkatan 2025 yang lolos verifikasi kurang mampu secara ekonomi. Tujuannya, mitigasi risiko putus studi akibat keterbatasan kuota KIP Kuliah 2025.

Tanggung Jawab Institusi

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr Ari Sujito, menegaskan Langkah tersebut wujud tanggung jawab institusi terhadap prinsip keadilan sosial dan inklusivitas.

”Kampus ingin memastikan proses pembelajaran mahasiswa tidak terganggu dari sisi pembiayaan. Kami memberikan bantuan atau talangan terlebih dahulu untuk mengatasi dampak keterbatasan kuota KIP Kuliah,” ujar Ari.

Penyaluran bantuan tidak secara otomatis. Kampus menerapkan mekanisme seleksi ketat berbasis data dengan koordinasi Direktorat Keuangan dan Direktorat Kemahasiswaan.

Setiap mahasiswa menjalani verifikasi individual mencakup kondisi sosial ekonomi keluarga. Selain itu, status UKT dan kemampuan finansial serta rekam jejak, progres akademik.

Selain dana abadi, UGM juga mengoptimalkan skema lain seperti penyesuaian UKT dan beasiswa internal lainnya. Menurut Ari, kampus bertekad agar tidak ada mahasiswa yang menghadapi risiko putus studi.

No More Posts Available.

No more pages to load.