Diskusi FBE UAJY, Mencermati Dampak Makan Bergizi Gratis

oleh -259 Dilihat
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira Adinegara.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Laboratorium Ekonomi Bisnis Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (LEB FBE UAJY) bekerja sama dengan Kantor Kemahasiswaan, Pusat Karier dan Alumni UAJY dan CELIOS menyelenggarakan diskusi dengan topik ”Menakar Ulang Kemaslahatan MBG”.

Narasumber yang hadir dan menyajikan materi adalah Bhima Yudhistira Adinegara (Direktur Eksekutif CELIOS, Jakarta), Aloysius Gunadi Brata (Guru Besar FBE UAJY), dan Fitri Nur Hidayati (Anggota PGSI DIY). Bertindak selaku moderator Pristanto Silalahi (Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY). Diskusi juga dihadiri oleh sekitar 120 dosen dan mahasiswa FBE UAJY.

”Makan bergizi merupakan Jaring Pengaman Global,” jelas Aloysius Gunadi Brata.

Menurut Aloysius, program makan siang di sekolah merupakan salah satu sistem perlindungan sosial terbesar di dunia, mencakup setidaknya 407,8 juta anak di 148 negara. Lebih dari 100 negara telah bergabung dalam koalisi global dengan target ambisius, yakni menyediakan akses makanan bergizi bagi seluruh siswa pada tahun 2030.

Di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan sumber daya, jelasnya, perluasan program dipandang sebagai katalisator strategis. Program tidak hanya fokus pada nutrisi, tetapi juga dirancang untuk memberikan manfaat ganda dalam mencapai berbagai poin SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).

Bantu Anak Miskin

Program MBG (Makan Bergizi Gratis) memang berpotensi membantu anak-anak miskin (syaratnya ini dijalankan dengan sebenar-benarnya), tapi berdasarkan temuan Opportunity Atlas, dampaknya terhadap mobilitas sosial kemungkinan besar terbatas jika berdiri sendiri.

”Artinya, MBG membutuhkan dukungan agar terjadi mobilitas sosial, yakni ekosistem lingkungan tempat anak tumbuh,” jelas Aloysius yang juga Kepala LEB FBE UAJY.

Selain itu, MBG bisa menjadi fondasi yang perlu, tapi tidak cukup. Ia seperti memperbaiki bahan bakar mesin, sementara jalanan, peta, dan pengemudinya belum berubah.

Menurut Aloysius, mobilitas sosial yang nyata mensyaratkan perubahan ekosistem lingkungan secara menyeluruh dan itulah yang paling sulit, paling mahal, sekaligus paling berdampak.

Pedagang Eceran Jadi Korban

Program MBG digadang sebagai program unggulan pemerintahan Prabowo Gibran. Pemerintah melalui Bappenas menyebut 4 tujuan utama MBG. Menurut Bhima Yudhistira Adinegara tujuan tersebut mencakup pemenuhan gizi kelompok rentan. Programjuga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mendorong ekonomi lokal dan mampu menciptakan lapangan kerja.

Menurut Bhima, MBG membuat stok bahan pangan di distributor pertama terbatas. Supply bahan pangan di pasar induk berkurang signifikan, padahal demand meningkat.

Kondisi tersebut dapat menjadikan, inflasi harga bahan pangan terjadi karena cost push dan demand pull terjadi bersamaan. Pada gilirannya, pedagang eceran, sektor rumah tangga dan UMKM menjadi korban terjadinya kenaikan harga atau inflai tersebut.

Ada Konflik Kepentingan

Studi CELIOS (2025), menempatkan MBG di antara urgensi sosial dan tantangan tata kelola kebijakan. Temuan menunjukkan 79 persen responden menyadari adanya konflik kepentingan dalam penunjukan langsung vendor.

Sebanyak 73 persen orang tua lebih memilih bantuan langsung tunai dibandingkan MBG. Sebanyak 65 persen responden menyatakan tetap mengeluarkan uang tambahan untuk makanan pengganti MBG.

”CELIOS juga merekomendasikan 85 persen pengadaan barang jasa MBG wajib berasal dari UMKM, Koperasi dan produk lokal, agar menjamin dampak berganda bagi ekonomi di daerah,” tegas Yudhistira.

Narasumber lain, Fitri Nur Hidayanti mengatakan sebagian siswa kurang cocok atau berselera dengan menu makanan yang disajikan MBG. Dengan kondisi demikian maka ada sebagian siswa yang masih membawa bekal dan uang jajan.

Selanjutnya Fitri mengakui bahwa terjadi beberapa kasus keracunan makanan MBG di beberapa sekolah. Evaluasi pelaksanaaan MBG di sekolah harus dilakukan secara periodik agar menjadi semakin baik dari aspek menu dan tata laksana.

No More Posts Available.

No more pages to load.