Faktor Domestik Penyebab Dominan Rupiah Melemah

oleh -461 Dilihat
Ekonom FEB UGM, Amirullah Setya Hardi PhD.(Foto: Priyo Wicaksono)

JOGJA, bisnisjogja.id – Tren pelemahan rupiah sebenarnya tidak terjadi secara serta merta. Tercatat pada awal tahun 2021 rupiah berada pada kisaran 13.903 per US dollar.

”Nilai ini terus melemah dengan pelemahan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun, meskipun sempat mengalami sedikit penguatan pada 2023 sebesar 0,85 persen,” papar Ekonom FEB UGM, Amirullah Setya Hardi PhD, Kamis (27/3/2025).

Tentu saja hal itu karena faktor-faktor eksternal terutama belum pulihnya perekonomian akibat Pandemi Covid-19 dan memanasnya konflik di beberapa negara yang mempengaruhi perdagangan.

Meskipun tidak setinggi depresiasi pada 2022, pelemahan rupiah terhadap US dollar dirasa meningkat pada 2024 yang mengalami depresiasi sebesar 4,42 persen.

Sementara itu memasuki bulan ketiga di 2025 rupiah telah terdepresiasi sebesar 2,17 persen.

Jika menilik kondisi tersebut, faktor domestik menjadi penyebab dominan terkait dengan kemerosotan nilai tukar.

Sentimen Negatif

Mengenai melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Amirullah berpendapat, merupakan respons pasar atas berbagai sentimen negatif yang menyertai perdagangan memberikan pengaruh pada nilai tukar.

Terbukti, dengan kondisi normal pada perdagangan di berbagai pasar modal di dunia.

”Terkait dengan kondisi tersebut, kita berharap pelemahan indikator ekonomi harian ini memberikan signal akan perhatian publik terutama investor atas kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah,” tandasnya.

Ia mengatakan, semua berharap agar pasar mendapat kepastian terkait banyak hal yang pada akhirnya menjadi keputusan pemerintah yang menguntungkan semua pihak.

”Memperhatikan signal pasar merupakan salah satu tindakan penyelamatan agar tidak semakin terpuruk pada kondisi yang tidak diinginkan,” imbuh Amirullah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.