JOGJA, bisnisjogja.id – Pengelolaan sampah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggunakan metode mandiri. Kampus dengan ribuan mahasiswa tersebut mengolah sampah organik dan anorganik secara mandiri.
Sampah organik sebagian besar merupakan daun dari pepohonan yang mengitari kampus. Memang, kampus UMY rimbun dengan pohon-pohon perindang yang membuat sejuk dan nyaman. Nah, sampah daun dan ranting tak jadi persoalan karena kampus mengolah menjadi pupuk.
”Sampah organik kami olah menjadi pupuk yang nantinya untuk lahan pertanian sayur dan buah milik kampus. Hasilnya kita konsumsi sendiri, apa yang kita tanam itulah yang kita makan,” ungkap Wakil Rektor bidang Keuangan dan Aset UMY, Rudy Suryanto PhD, Kamis (9/1/2025).
Kampus Hijau
Ia menuturkan, UMY memiliki program Green Campus dan kepedulian pada permasalahan sampah. Karena itu, kampus berusaha meminimalisir sampah atau zero waste.
”Kami selesaikan permasalahan yang ada di hulu atau sumbernya kemudian karena UMY merupakan kampus yang rimbun sehingga menghasilkan sampah daun yang banyak, maka kami olah menjadi produk pupuk organik,” papar Rudy.
Pada pengolahan sampah anorganik, kampus memiliki teknologi incinerator (alat pembakaran sampah dengan suhu tinggi). Asapnya disalurkan ke air sehingga tidak menimbulkan polusi udara.





