JOGJA, bisnisjogja.id – OMRON Healthcare Indonesia mengoptimalkan OMRON Experience Center (OEC) di Yogyakarta lewat kerja sama dengan Datascrip Service Center. Langkah strategis ini memperluas akses masyarakat terhadap layanan purna jual serta pemantauan kesehatan mandiri.
Inisiatif tersebut sangat relevan karena prevalensi hipertensi di DI Yogyakarta mencapai 31,8 persen, melampaui angka nasional sebesar 30,8 persen berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023.
Data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta per Juli 2026 mencatat sekitar 97.362 penduduk usia 15 tahun ke atas mengidap hipertensi di wilayah tersebut.
Tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya kesinambungan kontrol, di mana 44,90% pasien hipertensi terdaftar tidak melakukan kunjungan pemeriksaan dalam 12 bulan terakhir.
Membangun Kesehatan Jangka Panjang
Direktur OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, menyampaikan bahwa akses terhadap perangkat yang tepat penting untuk membangun kebiasaan kesehatan jangka panjang.
”Sejalan dengan misi Going for ZERO, OMRON berkomitmen menurunkan risiko stroke dan serangan jantung. Melalui OEC di Yogyakarta, kami mendekatkan layanan servis dan kalibrasi agar perangkat digunakan secara optimal,” ujar Tomoaki.
Pusat layanan di Jalan Gajahmada No 21 Yogyakarta tidak hanya melayani perbaikan, tetapi juga memungkinkan warga mencoba langsung tensimeter digital, nebulizer, hingga monitor komposisi tubuh.
Pengendalian Hipertensi Berkesinambungan
Ketua Pokja Hipertensi PERKI, Dr Bagus Andi Pramono SpJP FIHA menegaskan bahwa pengendalian hipertensi wajib dilakukan secara berkesinambungan di fasilitas kesehatan maupun rumah.
”Pemantauan mandiri di rumah memberikan gambaran aktivitas harian, asalkan dilakukan secara konsisten dengan perangkat tervalidasi dan metode pengukuran yang benar,” jelas Bagus.
OMRON memastikan seluruh produk tensimeter rumahannya telah lolos uji klinis internasional seperti ESH, BHS, dan AAMI demi menjamin keandalan data medis bagi masyarakat.





