SLEMAN, bisnisjogja.id – Perguruan tinggi memerlukan data yang sahih guna melakukan penelitian dan lainnya. Warga kampus memerlukan bisa memperoleh data secara tepat dan cepat.
Karena itulah, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) DIY membuat ”Pojok Statistik”. Hal ini untuk memperkuat literasi data di kalangan civitas academica.
”Statistik sering kali diabaikan dalam proses pengambilan keputusan, padahal perannya sangat vital guna mendukung kebijakan yang akurat dan berbasis data,” tandas Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan UMY, Slamet Riyadi PhD.
Ia menekankan, data statistik memiliki peran penting dalam menggambarkan kondisi riil masyarakat, mengidentifikasi masalah, dan mengevaluasi efektivitas kebijakan.
Kehadiran Pojok Statistik di UMY bertujuan meningkatkan kemampuan analisis, berpikir kritis, dan interpretasi data di kalangan mahasiswa dan dosen.
Dengan literasi data yang kuat, setiap keputusan dan penelitian lingkungan kampus dapat lebih tepat, akuntabel, dan berlandaskan pada bukti ilmiah.
Langkah Strategis
Herum Fajarwarti selalu Plt Kepala BPS DIY menyambut baik kolaborasi dan menilai bahwa pembentukan Pojok Statistik merupakan langkah strategis untuk menjembatani dunia akademik dengan lembaga statistik nasional.
”Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa dapat mengakses data resmi, berkonsultasi terkait metodologi penelitian, serta memperoleh pelatihan dasar dalam pengolahan dan analisis data statistik,” imbuhnya.
Keberadaan Pojok Statistik UMY menjadi wadah pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan literasi data, sekaligus membangun budaya riset berbasis bukti (evidence-based research).
Selain memperkuat sinergi antara universitas dan lembaga pemerintahan, inisiatif itu juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan transformasi digital.






