,

Sangiran Edubike, Ada Pasar Rakyat dan Jelajah Situs Prasejarah

oleh -512 Dilihat
JELAJAH SITUS: Peserta Sangiran Edubike melakukan start untuk menjelajahi situs bersejarah.(Foto: istimewa)

SRAGEN, bisnisjogja.id – Masyarakat sekitar Sragen dan sekitarnya, ada pula yang dari kota lain, menyemarakkan Sangiran Edubike 2024. Kegiatan tersebut memadukan nuansa interaktif, rekreatif, dan juga inovatif.

Museum Manusia Purba Sangiran, salah satu unit museum dari Indonesian Heritage Agency sebagai penyelenggara mengajak masyarakat menikmati rangkaian kegiatan. Mulai dari Pasar Rakyat UMKM di pelataran museum hingga bersepeda jelajahi kawasan Sangiran.

”Museum Manusia Purba Sangiran memiliki lima klaster museum manusia purba yakni Klaster Krikilan, Ngebung, Bukuran, Manyarejo dan Dayu,” papar Ketua Tim Museum dan Galeri IHA, Zamrud Setya Negara, Kamis (7/11/2024).

Setiap klaster menyajikan bagian dari perjalanan besar evolusi manusia purba Nusantara. Kegiatan Sangiran Edubike 2024 berlangsung di Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Dayu.

Potensi Besar

”Sebagai situs bersejarah dengan nilai ilmiah tinggi, Sangiran memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata edukatif,” tutur Zamrud.

Museum berusaha menggabungkan aktivitas rekreasi dan edukasi agar dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat. Utamanya generasi muda agar lebih memahami dan menghargai warisan budaya dan sejarah.

HIBURAN DAN UMKM: Ada hiburan dan Pasar Rakyat UMKM dalam Sangiran Edubike 2024.(Foto: istimewa)

Sangiran Edubike 2024 merupakan bagian dari penerapan konsep reimajinasi museum, khususnya pilar reprogramming. Museum ingin memberikan pengalaman baru bagi pengunjung, khususnya generasi muda, melalui kegiatan yang menggabungkan edukasi, rekreasi, dan olahraga.

”Kami yakin, melalui program seperti ini, museum akan menjadi tempat yang lebih hidup, menginspirasi, dan relevan dengan masyarakat modern,” tandasnya.

Masyarakat Berbudaya

Museum Sangiran merupakan bagian dari Indonesian Heritage Agency (IHA), badan layanan umum di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Saat ini, IHA bertanggung jawab atas pengelolaan 18 museum dan galeri serta 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia.

Sebagai badan layanan umum, IHA mempunyai visi menjadi institusi yang bersifat kolaboratif dan mendorong daya cipta, perubahan sosial, serta pembangunan masyarakat yang berbudaya.

Lembaga itu mengedepankan peningkatan pelayanan yang berbasis perlindungan sebagai prioritas utama. Dengan merangkul kreativitas dan mengusung semangat kolaborasi yang inklusif, IHA secara kolektif berkontribusi untuk membuka wawasan apresiasi mendalam terhadap warisan budaya Indonesia yang beragam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.