JOGJA, bisnisjogja.id – Pelajar di daerah pelosok harus mendapat perhatian lebih. Mereka memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan seperti daerah lain.
Ini menjadi komitmen UGM, membantu pelajar yang ada di daerah mendapatkan tambahan ilmu. Salah satunya Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Kampus menggelar Pelatihan Intensif Akuntansi, Keuangan Lembaga, dan Komputer Akuntansi untuk 24 siswa jurusan Akuntansi SMK Negeri 1 Teluk Bintuni, Papua Barat.
”Kami ingin pelatihan bisa memicu semangat belajar para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi terutama ke kampus UGM,” harap Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni FEB UGM, Gumilang Aryo Sahadewo SE MA PhD, Selasa (30/7/2024).
Ia menjelaskan pelatihan merupakan kerja sama antara Pusat Kajian Akuntansi Pendidikan (PKAP), Pusat Kajian Sistem Informasi (PKSI) dan Pendidikan Profesi Akuntan FEB UGM, serta Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni.
Program Afirmasi
Kegiatan tersebut berlangsung 15 Juli – 31 Agustus 2024 di FEB UGM dengan peserta 24 siswa yang merupakan Orang Asli Papua (OAP). Mereka merupakan peserta program afirmasi OAP yang terpilih dari SMK di Kabupaten Teluk Bintuni.
”Kampus membekali keterampilan akuntansi yang relevan di era digitalisasi sekaligus mempersiapkan siswa untuk terjun ke dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di mana pun,” imbuh Gumilang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni, Drs Albertus Anofa menambahkan pelatihan sebagai bagian dari program praktik dan magang bagi siswa kelas XI yang naik ke kelas XII.
”Ini baru pertama dan kami berharap dapat menambah pengetahuan anak didik. Ilmu dan ketrampilan yang mereka peroleh dapat dipraktikkan di dunia kerja,” ujar Anofa.
Peserta memperoleh Pelatihan Akuntansi Keuangan selama dua minggu, Pelatihan Keuangan Lembaga selama dua minggu, dan Pelatihan Digitalisasi Akuntansi serta Teaching Factory yang melibatkan praktik langsung ke UMKM selama tiga minggu.





