Banyak Perusahaan Tiongkok di Indonesia, DePA-RI dan BLA Lakukan Kerja Sama

oleh -916 Dilihat
KERJA SAMA: Ketua Umum Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI), TM Luthfi Yazid dan Presiden BLA, Liu Yanling siap menjalin kerja sama.(Foto: istimewa)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Banyak perusahaan Tiongkok beroperasi di Indonesia seperti perusahaan nikel, batubara, semen, transportasi, perkebunan dan sebagainya. Mereka tersebar di berbagai wilayah seperti Sulawesi, Kalimantan, Jawa, maupun Sumatra.

Beberapa perusahaan yang beroperasi mengalami sejumlah kendala seperti terkait isu lingkungan hidup, ketenagakerjaan, birokrasi, korupsi dan sebagainya.

”Karena itu, mestinya hal-hal semacam ini dapat diatasi agar investasi Tiongkok di Indonesia berjalan lancar dan saling menguntungkan,” ungkap Ketua Umum Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI), TM Luthfi Yazid.

Melihat kondisi tersebut, DePA-RI menjalin kerja sama dengan Beijing Lawyers Association (BLA). Organisasi advokat Tiongkok itu mempunyai sekitar 58 ribu anggota dan 3.600 kantor hukum (law firms). Mereka berkunjung dan melakukan pertemuan dengan DePA-RI di Jakarta, Rabu (9/4/2025).

Kantor Ternama

Luthfi menjelaskan rombongan 11 orang advokat dari negeri Tiongkok tersebut dipimpin langsung Presiden BLA, Liu Yanling.

Tercatat nama nama delegasi yang hadir yaitu Liu Yanling selaku President BLA, Tong Lihua, Liu Kejiang, Jia Hui, Song Shuang, Yao Ping, Xie Guowang, Zhan Shuguang, Wu Chen, Chang Zheng, Ji Chaoyi dan Mike Huang.

Mereka dari kantor-kantor hukum besar ternama di Tiongkok bahkan di kawasan Asia Pasifik seperti King & Wood Mallesons, Beijing DHH Law Firm, Beijing Deheng Law Offices, Beijing Tianyuan Law Firm, Beijing Global Law Office, Beijing Jingyue Law Office, Beijing Sino Pro Law Firm, Beijing Wu & Associates Law Firm, Beijing HengNing Law Firm dan Beijing East & Concord Partners.

BANYAK BIDANG: Jajaran Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI) dan Beijing Lawyers Association bekerja sama banyak bidang antara lain magang, seminar, penelitian.(Foto: istimewa)

Jajaran Dewan Pimpinan Pusat DePA-RI, para ketua DPD serta pengurus DePA-RI dari provinsi seperti Daerah Khusus Jakarta Raya, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Banten dan sebagainya tampak menyambut kunjungan.

Hadir ketua-ketua DPD, penasehat serta pimpinan DePA-RI seperti Irjen Pol (P) Dr Drs A Kamil Razak (Rektor Universitas Langlangbuana, Bandung), Yusuf Istanto SH MH, Iim A Halim SH, Moh Irwan SH MH, Kunthi Dyah Wardani SH MH, Damewati Sihite SH, Prof Dr Hj Imas Rosidawati W SH MH, Prof Dr Hennie Husniah, Dr Eni Dasuki, Suhardini SH MH, Bachtiar Marasabessy SH MH, Airlangga Dwi Nugraha SH MH dan lain-lain.

Program Kerja Sama

”Bentuk kerja sama nanti seperti program pertukaran advokat DePA-RI dan BLA untuk melakukan magang di beberapa kantor hukum di Tiongkok. Begitu juga sebaliknya, BLA akan mengirim para advokatnya untuk magang di kantor-kantor hukum anggota DePA-RI,” papar Luthfi.

Mereka juga bekerja sama untuk mengadakan seminar hukum, lokakarya, webminar, penelitian maupun penerbitan di bidang hukum.

Luthfi menegaskan perkembangan kemajuan Tiongkok bidang ekonomi dan teknologi tak dapat lagi dianggap remeh. Bahkan beberapa negara maju seperti Jepang atau Amerika Serikat sudah mulai tertinggal.

”Sehingga tidak heran saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerapkan reciprocal tariff yang mengejutkan, Tiongkok tak tinggal diam dan melakukan perlawanan serta balasan. Ini dapat menjadi pemicu perang dagang dunia,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.