JOGJA, bisnisjogja.id – Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA Indonesia) Cabang Yogyakarta sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) 2026 di Kantor Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) DIY pada Sabtu (30/05/2026). Forum tertinggi tingkat cabang ini dipimpin oleh Danang Yudhiantoro selaku Ketua Sidang, didampingi Fransisca Diwati (Wakil Ketua) dan Renta Ardhana (Sekretaris).
Acara dihadiri oleh tokoh-tokoh strategis, antara lain Gunarta Adibrata (WKU Koordinator Bidang 2 Kadin DIY), Topan Satir dan Y Sri Susilo (Steering Committee), serta perwakilan pengurus. Sebanyak 25 peserta yang mewakili pengurus dan anggota hadir untuk menentukan arah masa depan organisasi manajemen tersebut.
Dalam agenda utama, forum muscab resmi menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya yang dinakhodai oleh Agus Kurniawan. Melalui mekanisme musyawarah yang solid, forum akhirnya memilih kembali Agus Kurniawan secara aklamasi sebagai Ketua Umum, didampingi Adit Setiawan sebagai Sekretaris Jenderal untuk periode 2026–2030.
Diskusi Manajemen
Pasca-Muscab, dinamika berlanjut dengan gelaran “AMA TALK 2026” bertajuk “Leading Beyond Limits: Strategi Manajemen untuk Bertahan, Bertumbuh dan Berdampak”.
Diskusi panel premium menghadirkan tiga narasumber lintas sektor: Robby Kusumaharta (Kadin DIY), Ahmad Syauqi Soeratno (Anggota DPD RI), dan Adit Setiawan (Owner PT Indonesia Plavon Semesta), dengan moderator Fransisca Dewati.
Seminar bisnis sukses menyedot perhatian hingga 100 peserta dari berbagai elemen strategis. Tampak hadir Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, perwakilan perguruan tinggi (PTN/PTS), Lions Club Yogyakarta, KADIN DIY, serta para pelaku usaha termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam sambutan pembukanya, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menekankan bahwa AMA Yogyakarta harus memberikan dampak nyata bagi dunia usaha di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan. Ia mengimbau para pengusaha untuk terus berinovasi dan menerapkan strategi manajemen adaptif agar tidak sekadar bertahan, tetapi juga mampu tumbuh.
Etika Bisnis
Pengusaha senior DIY, Robby Kusumaharta, menyoroti pentingnya integrasi kompas moral dalam dunia korporasi. Robby menegaskan bahwa setiap pelaku usaha wajib mengedepankan etika bisnis yang transparan serta kompetensi yang mumpuni agar pengelolaan dan pengembangan perusahaan dapat berjalan secara efektif dan bertanggung jawab.
Dari sudut pandang tata kelola, Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno membedah pentingnya sinergi antara leadership dan managerialship. Menurutnya, kombinasi antara kemampuan menginspirasi orang lain (leadership) dan kapasitas mengelola sumber daya secara sistematis (managerialship) adalah modal utama dalam memajukan organisasi bisnis maupun non-bisnis.
Sementara itu, Adit Setiawan membagikan rekam jejak suksesnya dalam membangun gurita bisnis hingga ke luar negeri melalui optimalisasi jaringan bisnis. Adit menegaskan bahwa praktik membangun relasi profesional dan kolaborasi antarpemangku kepentingan merupakan faktor krusial untuk memulai serta mengakselerasi skala usaha.
Menutup rangkaian acara, Ketua Umum terpilih Agus Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diamanahkan kepadanya. Menatap periode 2026–2030, Agus menyatakan siap melakukan regenerasi organisasi dengan merangkul talenta muda dan Gen-Z untuk aktif masuk dalam jajaran kepengurusan AMA Indonesia Cabang Yogyakarta.





