Koperasi Didorong Jadi Motor Penggerak UMKM, Bukan Sekadar Urus Administrasi

oleh -0 Dilihat
UMKM: Wakil Rektor UGM, Dr Ari Sujito melihat produk UMKM.(Foto: dok UGM)

JOGJA, bisnisjogja.id Peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia perlu segera ditransformasikan. Koperasi tidak boleh lagi hanya terjebak dalam rutinitas administratif, melainkan harus bertransformasi menjadi business hub yang mengintegrasikan produksi, pemasaran, pembiayaan, hingga inovasi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dorongan tersebut mengemuka dalam Workshop Nasional UMKM bertajuk ”Potensi Produk Unggulan UMKM Mendukung Kekuatan Ekonomi Masyarakat melalui Koperasi”, di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari UMKM Nasional dan Dies Natalis ke-63 FTP UGM.

Wakil Rektor UGM, Dr Arie Sujito, menekankan bahwa koperasi harus menjadi kekuatan utama dalam memperkuat ekosistem UMKM yang inklusif. Menurutnya, UMKM adalah aset strategis yang berperan vital bagi kesejahteraan rumah tangga dan ketahanan ekonomi lokal, sehingga membutuhkan dukungan sinergis dari berbagai pihak.

UMKM Naik Kelas

Ekonom UGM, Amirullah Setya Hardi PhD menegaskan perlunya leveling up bagi UMKM agar mampu naik kelas. Transformasi koperasi menjadi pusat hilirisasi produk unggulan dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing, efisiensi rantai nilai, dan keberlanjutan usaha pelaku UMKM di tengah pasar yang semakin kompetitif.

Dalam forum yang sama, para praktisi UMKM berbagi strategi inovasi. Mulai dari penerapan sistem peternakan cage-free layer yang bernilai tambah, hingga modernisasi jamu tradisional dengan strategi pemasaran digital yang menyasar pasar ekspor. Inovasi tetap harus berpijak pada kearifan lokal dengan sentuhan design thinking.

Pemanfaatan limbah alam menjadi produk bernilai ekonomi, seperti klobot jagung, juga menjadi contoh nyata bagaimana UMKM dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Melibatkan ibu rumah tangga hingga penyandang disabilitas dalam proses produksi menjadi bukti bahwa bisnis UMKM memiliki potensi dampak sosial yang besar.

Standarisasi Produksi

Selain inovasi produk dan pemasaran, aspek standarisasi produksi juga menjadi perhatian utama. Dosen FTP UGM, Dr Devi Yuni Susanti, menegaskan pentingnya penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) serta penggunaan teknologi tepat guna.

Standarisasi higienitas dan keamanan pangan adalah kunci konsistensi mutu agar produk UMKM dapat menembus pasar internasional.

Sebagai penutup, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan koperasi menjadi fondasi mutlak. Dengan ekosistem yang terintegrasi, UMKM tidak hanya akan mampu memenuhi kebutuhan pasar nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

No More Posts Available.

No more pages to load.