Bank Indonesia, MES DIY, dan KDEKS Perkuat Ekonomi Syariah

oleh -750 Dilihat
SYARIAH: Para narasumber dalam FGD ''Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah DIY: Refleksi 2025 dan Arah Strategi Kolaboratif 2026''.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Bank Indonesia DIY, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) DIY, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ”Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah DIY: Refleksi 2025 dan Arah Strategi Kolaboratif 2026”.

Kegiatan yang berlangsung dua hari (25-26/11/2025) di Hotel Grand Rohan Yogyakarta ini diikuti lebih dari 70 peserta yang terdiri atas unsur akademisi, pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku industri halal, komunitas usaha, dan institusi terkait lainnya.

Forum bertujuan memperkuat konsolidasi ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di DIY melalui kolaborasi lintas lembaga dan inovasi berbasis ekosistem.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo menegaskan saat ini negara-negara di seluruh dunia tengah berkompetisi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Ia menekankan, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya mengikuti perkembangan global, tetapi juga memimpin melalui inovasi, penguatan industri halal, dan inklusi keuangan syariah.

Ia juga memaparkan bahwa DIY memiliki posisi unik sebagai kota pelajar dan pusat cendekiawan, sehingga berpotensi menjadi pusat lahirnya inovasi dalam ekosistem ekonomi syariah nasional.

Sri Darmadi menyoroti aplikasi ”Gandeng Gendong” sebagai contoh inovasi digital pengelolaan ZISWAF yang kini dijadikan rujukan oleh berbagai Kantor Perwakilan BI di daerah lain. Melalui forum ini, ia mengajak seluruh stakeholder untuk membangun harmonisasi program dan menyusun roadmap sinergis yang lebih terarah untuk tahun 2026.

Peringkat Ketiga

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto menegaskan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan akselerasi yang sangat membanggakan.

”Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga ekosistem ekonomi syariah global, dan tengah menapaki visi besar sebagai Pusat Industri Halal Dunia serta target menuju peringkat pertama global pada tahun 2029,” tambahnya.

Selanjutnya ia menyampaikan bahwa arus pertumbuhan yang kuat ini sekaligus menggambarkan semakin besarnya kontribusi ekonomi syariah terhadap pembangunan nasional.

Wakil Ketua Umum MES DIY, Priyonggo Suseno menambahkan, pembangunan ekonomi syariah tidak dapat digerakkan secara parsial oleh masing-masing lembaga.

Menurutnya, orchestrated collaboration menjadi kunci memperkuat rantai nilai industri halal, penyelarasan riset akademik, inovasi model bisnis syariah, serta penguatan peran generasi muda dalam pembangunan umat.

Ia mengungkapkan, MES DIY siap berperan sebagai penghubung lintas lembaga untuk memastikan setiap program eksyar di DIY terukur, terintegrasi, dan berdampak nyata.

Integrasi Data

Pemaparan materi dari dua narasumber berlangsung secara daring, yakni Yono Haryono yang juga Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, serta Dece Kurniadi selaku Deputi Direktur Hukum Ekonomi Syariah Manajemen Eksekutif KNEKS.

Kedua narasumber memaparkan perkembangan terkini ekonomi syariah nasional, tantangan lintas sektor, serta arah kebijakan strategis menuju 2026.

Dalam presentasinya, BI dan KNEKS menyoroti pentingnya integrasi data, penguatan rantai pasok halal, penguatan kelembagaan ZISWAF, optimalisasi potensi pesantren, serta peningkatan kolaborasi regional dalam mendukung target Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.

No More Posts Available.

No more pages to load.