JOGJA, bisnisjogja.id – Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PP ISEI) bekerjasama Bank Indonesia (BI), Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII), dan ISEI Cabang Yogyakarta meneyelengarakan focused group discussion (FGD) yang bertajuk ”Membumikan Sumitronomics: Pendalaman Konsep Pemikiran Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo”.
Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Solikin M Juhro (Sekretaris PP ISEI), Johan Arifin (Dekan FBE UII) Jaka Sriyana (Guru Besar FBE UII/Wakil Ketua Bidang V PP ISEI), Dhaha P Kuantan (Deputi Direktur Asesmen Korporasi DKMP BI), Aditia Febriansyah (Sekretaris III PP ISEI).
Tommy Aryanto (Anggota Komunikasi Strategis PP ISEI), Firman S Parningotan (Sekretaris Eksekutif PP ISEI), Hermanto (Deputi Kepala Perwakilan BI DIY) dan Y Sri Susilo (Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta). Peserta yang hadir dalam FGD tersebut mencapai 30 orang.
Narasumber hari pertama yang hadir dan menyajikan materi adalah Aloysius Gunadi Brata (Guru Besar FBE UAJY), Anhar Gonggong (Sejarawan), Didin S Damanhuri (Guru Besar IPB/Peneliti INDEF) dan Denni Puspa Purbasari (Dosen FEB UGM/Chief Economist Indonesia Business Council).
Selanjutnya pada hari kedua, hadir narasumber Eko Atmaji (Dosen FBE UII). Haris Munandar (Direktur Eksekutif Bank Indonesia) dan Haryo B Rahmadi (Caretaker Yayasan Sumitro Institute). Bertindak selaku moderator FGD adalah Rokhedi Priyo Santoso (Dosen FBE UII/Wakil Sekretaris III ISEI Cabang Yogyakarta).
Pemikiran Sumitro
Acara FGD diawali dengan sambutan pembuka oleh Solikin M. Juhro. Tujuan utama FGD membumikan kembali pemikiran Profesor Sumitro dalam konteks masa kini. Asisten Gubernur BI itu mengingatkan pemikiran Sumitro terkait dengan fondasi ekonomi yang berbasis domestik.
Menurut Solikin, Sumitronomics bertumpu pada sinergi antara negara, pasar, dan masyarakat. Arah pembangunan tersebut kemudian diturunkan dalam trilogi utama, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas nasional yang dinamis, serta pemerataan manfaat pembangunan.

‘Saya mengapresiasi PP ISEI yang berupaya serius untuk merekonstruksi dan merevitalisasi pemikiran Profesor Sumitro untuk kondisi saat ini dan mendatang,” ungkap Johan Arifin yang juga Guru Besar FBE UII.
Selanjutnya Johan menjelaskan bahwa Profesor Sumitro Djojohadikusumo merupakan Dekan pertama FBE UII Yogyakarta. Karena itu, ia menyambut baik kolaborasi antara PP ISEI dengan Bank Indonesia, FBE UII dan ISEI Cabang Yogyakarta dan ke depan kolaborasi dapat dilakukan lagi.
Penguatan Ekonomi Domestik
”Dalam konteks kebijakan nasional saat ini, pemikiran Sumitronomics juga memiliki relevansi kuat dengan arah Asta Cita, khususnya dalam mendorong penguatan ekonomi domestik melalui pendekatan inward looking yang strategis,” jelas Y Sri Susilo dalam sambutan pengantar diskusi hari kedua.
Menurut Susilo, pendekatan tersebut bukan berarti menutup diri, melainkan memperkuat fondasi dalam negeri melalui penguatan UMKM, hilirisasi dan industrialisasi, serta peningkatan nilai tambah ekonomi nasional.
Menurut Jaka Sriyana, hasil FGD selama dua hari ini akan disimpulkan secara komprehensif dan selanjutnya akan didokumentasikan dalam bentuk buku baik versi cetak dan digital.
”Kami atas nama panitia pelaksana mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung FGD,” ungkap Jaka dalam rilisnya kepada media.






