Perkuat Pasar Global, Semen Indonesia Tuntaskan Proyek di Tuban

oleh -26 Dilihat
PEMBANGUNAN: Penyelesaian proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Pabrik Tuban, Jawa Timur.(Foto: istimewa)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Pabrik Tuban, Jawa Timur.

Penyelesaian proyek strategis senilai Rp 1,4 triliun tersebut ditandai dengan diterbitkannya Taking Over Certificate (TOC), yang menyatakan infrastruktur tersebut telah memenuhi standar teknis, keselamatan, dan kesiapan operasional.

Hal itu menjadi tonggak penting bagi transformasi SIG dalam memperkuat ekspansi ke pasar internasional, sekaligus menjadi solusi strategis di tengah tantangan kelebihan kapasitas (overcapacity) pada pasar semen domestik.

Fasilitas di Tuban kini dirancang khusus untuk memenuhi permintaan ekspor semen tipe spesialis dengan spesifikasi berkelas dunia melalui peningkatan kapasitas dermaga dari 15.000 DWT menjadi 50.000 DWT.

Selain itu, SIG juga membangun infrastruktur logistik modern, termasuk jetty trestle, jetty platform baru, serta ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam guna meningkatkan efisiensi proses bongkar muat di pelabuhan.

Fasilitas Penyimpanan Baru

Guna mendukung kelancaran distribusi, sistem logistik terintegrasi berupa tube conveyor sepanjang 4,1 km telah dioperasikan bersama fasilitas penyimpanan baru yang terdiri dari blending, clinker, dan cement silo.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyatakan rampungnya proyek tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan utilisasi pabrik di tengah perlambatan pasar dalam negeri yang saat ini sedang terjadi.

”Selain memperluas penetrasi pasar ekspor bernilai tinggi, keunggulan portofolio juga memperkuat posisi SIG di kancah industri global,” ujar Indrieffouny Indra dalam keterangan persnya, Minggu (3/5/2026).

Proyek itu merupakan hasil kerja sama strategis antara SIG dengan Taiheiyo Cement Corporation asal Jepang, serta melibatkan PT Hutama Karya sebagai kontraktor utama dalam sinergi antar-BUMN.

Dengan kesiapan infrastruktur baru, SIG optimistis dapat menggenjot kapasitas ekspor hingga 1 juta ton per tahun dan memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok industri konstruksi dunia.

No More Posts Available.

No more pages to load.