Daya Beli Turun, Konsumsi Lebaran Lesu

oleh -408 Dilihat
JUAL BELI: Ilustrasi jual beli di Pasar Kluwih, Suryoputran, Yogyakarta, menjelang Lebaran.(Foto: Y Sri Susilo)

JOGJA, bisnisjogja.id – Penurunan daya beli masyarakat berdampak pada konsumsi Lebaran. Hal ini menandakan ekonomi Indonesia sedang tidak baik.

Ekonom Sekolah Vokasi UGM, Yudistira Hendra Permana PhD mengungkapkan itu melihat kondisi sekarang.

Ia menilai penurunan daya beli tercermin dari data tren deflasi yang terjadi. Bahkan, beberapa indikator ekonomi lain yang mengkhawatirkan.

”Perbedaan tren konsumsi berkaitan dengan tren deflasi yang berlangsung hingga sekarang, melemahnya nilai tukar, kenaikan harga emas yang tinggi, penurunan IHSG, mengindikasikan kita tidak baik-baik saja,” paparnya.

Menurut Yudistira, penyebabnya berbagai faktor yang saling berkaitan. Permasalahan sosial, politik, dan ekonomi tidak kunjung selesai dengan baik.

Khususnya, tekanan ekonomi global serta efisiensi anggaran yang masih sulit dipahami masyarakat arahnya.

Gagal Koordinasi

‘Kegagalan mengkoordinasi hal-hal tersebut menjadi akumulatif dan menyebabkan apa yang kita alami hari ini,” tandas Yudistira.

Ia menekankan permasalahan ekonomi dapat menimbulkan efek simultan yang merugikan. Potensi dampak tersebut berpengaruh besar terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

”Ada kekhawatiran, UMKM jumlahnya banyak, kuantitas orang bekerja di sektor tersebut juga besar sehingga ketika satu pukulan ekonomi terjadi pada sektor itu, orang-orang terdampak juga akan banyak sekali,” paparnya.

Yudistira mengingatkan, menghadapi situasi ekonomi yang menantang, sebaiknya masyarakat berhemat.

”Yang harus dilakukan, kencangkan sabuk, siap-siap jika terjadi hantaman. Kalau bisa berhemat, ya juga ikut berhemat,” ujarnya memberi masukan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.