Dorong UMKM Perikanan, UNY Inisiasi Inkubasi Olahan Lele dan Nila

oleh -0 Dilihat
PELATIHAN: Mahasiswa dan dan dosen FMIPA UNY melatih pengolahan produk perikanan.(Sumber: dok FMIPA UNY)

SLEMAN, bisnisjogja.id – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) KSI Mist FMIPA UNY memulai program SEGARA Karya. Inisiatif pemberdayaan ekonomi lokal ini dibuka melalui Inkubasi Pelatihan Pengolahan Produk perikanan di Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman.

Inkubasi dan pelatihan untuk mendiversifikasi produk olahan ikan lokal agar memiliki nilai tambah (value-added), berdaya saing tinggi di pasar, dan berkelanjutan. Program tersebut secara langsung menyasar para anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kalurahan Sidoagung sebagai penggerak utama ekonomi keluarga.

Pembukaan acara ditandai dengan penyerahan simbolis logo SEGARA Karya oleh Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNY, Prof Iis Prasetyo kepada Waris selaku Kaur TU dan Umum Kalurahan Sidoagung, yang kemudian diteruskan kepada perwakilan KWT sebagai penanda sinergi tiga pilar: akademisi, pemerintah, dan masyarakat.

Pemerintah Kalurahan Sidoagung menyambut hangat dan mendukung penuh program pemberdayaan UMKM berbasis potensi perikanan daerah. Perwakilan Pemerintah Kalurahan Sidoagung, Waris, mengungkapkan optimisme tingginya terhadap dampak ekonomi yang akan dihasilkan dari program tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar menghasilkan produk olahan, tetapi melahirkan produk bernilai jual tinggi yang diterima pasar. Mengolah hasil perikanan memberi nilai tambah dibanding menjual ikan segar, sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendorong angka konsumsi ikan lokal,” ujar Waris.

Potensi Pasar Terbuka

Dari sudut pandang peluang bisnis, diversifikasi olahan perikanan memiliki potensi pasar yang sangat terbuka lebar, terutama untuk segmen konsumen muda yang menyukai produk praktis. Hal tersebut ditegaskan Iis Prasetyo.

BERSAMA: Dosen dan mahasiswa FMIPA UNY usai kegiatan pelatihan pengolahan produk perikanan.(Sumber: dok FMIPA UNY)

“Diversifikasi olahan ikan punya peluang pasar menjanjikan, khususnya anak-anak dan remaja yang menyukai produk pangan inovatif. Namun, keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh keterampilan mengolah, tapi juga pendampingan menyeluruh mulai dari packaging, pemasaran, hingga penguatan usaha agar berdaya saing,” tegas Iis.

Pada sesi inkubasi perdana, para peserta KWT langsung diajak mempraktikkan pembuatan dimsum ikan lele dan galantin ikan nila. Pelatihan menjadi awal dari lima rangkaian sesi inkubasi yang disiapkan oleh tim UNY.

Pembuatan Kerupuk Bawal

Pada sesi-sesi berikutnya, peserta akan dibekali teknik pembuatan kerupuk ikan bawal, ikan marinasi berbahan lele dan nila, hingga pembuatan kecap ikan bawal guna memperluas portofolio produk komersial berbasis hasil tani lokal.

Guna memastikan standar industri, rangkaian SEGARA Karya juga menggandeng Dinas Kesehatan untuk edukasi higienitas pangan, Balai Latihan Kerja (BLK) untuk peningkatan kompetensi produksi, serta Dinas Koperasi dan UMKM untuk strategi penguatan kewirausahaan dan pemasaran.

Melalui pendampingan lintas sektor yang berkelanjutan ini, UNY menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi. Kolaborasi diharapkan mampu mentransformasi komoditas perikanan Sidoagung menjadi pilar penguat ekonomi keluarga dan daerah.

No More Posts Available.

No more pages to load.