Ekonomi Hijau dari Dapur, Perempuan Magelang Perkuat Ketahanan Pangan

oleh -14 Dilihat
SAMPAH: Narasumber menyampaikan pengolahan sampah organik menjadi pupuk.(Foto: istimewa)

MUNTILAN, bisnisjogja.id – Semangat Hari Kartini di Kabupaten Magelang tahun ini bertransformasi menjadi gerakan ekonomi produktif. Sebanyak 100 perempuan lintas organisasi di wilayah Muntilan berkumpul untuk mengikuti pelatihan pembuatan media tanam organik di Balai Desa Muntilan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Wanita Katolik RI (WKRI) Cabang Kabupaten Magelang ini menyasar penguatan ekonomi domestik melalui pertanian berkelanjutan. Fokus utamanya mengubah limbah rumah tangga menjadi input pertanian yang bernilai ekonomis di tengah tren urban farming.

Dalam perspektif ekonomi mikro, keterampilan tersebut menjadi modal bagi perempuan desa untuk menekan biaya produksi pertanian mandiri. Pemanfaatan pekarangan rumah dinilai sebagai strategi jitu dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan di tingkat keluarga.

“Acara ini menjadi simbol kebangkitan perempuan yang tidak hanya menginspirasi literasi pertanian, tetapi juga mendorong kemandirian dan kolaborasi antar komunitas,” ujar Ketua Panitia, Yuliana Setya Rahayu, di hadapan para peserta.

Sirkulasi Ekonomi Organik

Narasumber utama, Endrianingsih Yunita, memaparkan materi teknis mengenai sirkulasi ekonomi organik. Ia menekankan bahwa efisiensi biaya dapat dicapai dengan memaksimalkan bahan lokal yang selama ini dianggap sebagai sampah tak bernilai.

“Pertanian organik adalah cara menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen. Dengan memanfaatkan bahan lokal, kita mengurangi biaya dan menciptakan produk yang lebih sehat,” jelas Yunita di sela sesi praktik.

PRAKTIK: Peserta melakukan praktik pembuatan sampah dapur menjadi pupuk organik.(Foto: istimewa)

Pelatihan mencakup teori singkat dan praktik langsung pengolahan limbah dapur menjadi media tanam. Antusiasme peserta menunjukkan adanya potensi besar bagi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis produk ramah lingkungan di masa depan.

Kolaborasi Lintas Sektor

Sinergi lintas sektor juga terlihat dengan hadirnya perwakilan Kecamatan Muntilan, TNI, Polri, hingga organisasi perempuan seperti Fatayat, Muslimat, dan Wanita Kristen. Kehadiran mereka menegaskan dukungan kolektif terhadap penguatan kemandirian ekonomi perempuan.

Yuliana Setya Haryani selaku panitia pun menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang memungkinkan terwujudnya kolaborasi ini. Ia berharap semangat kolaborasi ini terus berlanjut guna menciptakan ekosistem bisnis hijau yang inklusif.

Melalui gerakan tersebut, diharapkan para perempuan di Kabupaten Magelang tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dalam rantai ekonomi pangan organik.

Langkah kecil dari halaman rumah mampu menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan yang bisa direplikasi secara luas.

No More Posts Available.

No more pages to load.