Grand Finals Free Fire, Tim Terbaik Berlaga Jadi Jawara

oleh -28 Dilihat
PEMBUKAAN: Acara pembukaan Grand Finals Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall di GSP UGM Yogyakarta.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Sebanyak 12 tim gamer terbaik Indonesia bertanding di Grha Sabha Pramana UGM untuk memperebutkan gelar juara nasional dan tiket menuju FFWS SEA 2026 Fall. Mereka berlaga dalam Grand Finals Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall.

Agenda tersebut bersamaan dengan puncak Pesta 9 Free Fire di Lapangan Pancasila GSP UGM untuk merayakan ulang tahun ke-9 Free Fire. Terbuka dan gratis untuk komunitas pemain dan penggemar, serta masyarakat umum melalui konsep festival rakyat.

Game Producer Garena Free Fire Indonesia, Christiandy Franciscus mengungkapkan untuk pertama kalinya, Garena membawa Grand Finals FFNS ke Yogyakarta, dan momennya menjadi lebih berarti karena bertepatan dengan Pesta 9 Free Fire.

Ia menegaskan, Free Fire tidak hanya mencari juara nasional, tetapi juga merayakan perjalanan para pemain, komunitas, dan talenta lokal Yogyakarta yang membuat ekosistem ini terus hidup selama sembilan tahun.

Grand Finals FFNS yang mendapat dukungan penuh AXIS, ShopeePay, dan Sukro mempertemukan 12 tim terbaik dari berbagai daerah untuk memperebutkan gelar juara nasional. Jawara bisa memperoleh tiket sebagai wakil kelima Indonesia menuju Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall. Pemenang juga akan mendapatkan bagian terbesar dari total prize pool senilai Rp 850 juta.

Pertarungan Tim Terbaik

Kehadiran Grand Finals FFNS 2026 Fall di Yogyakarta juga melanjutkan komitmen Garena untuk membawa panggung esports Free Fire lebih dekat ke komunitas di berbagai daerah. Yogyakarta menjadi kota ke-6 yang menjadi tuan rumah turnamen nasional Free Fire setelah Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, dan Palembang.

Christiandy menjelaskan 12 tim yang berlaga di Grand Finals FFNS 2026 Fall merupakan gabungan dari sembilan tim hasil babak Play-Ins dan tiga tim peraih podium FFNS 2026 Spring. Berikut daftar tim yang bertanding di Yogyakarta yakni XOXO Pride (Klaten), Strenght GRT (Palu), Jiggle (Jambi), MBR Omega (Jakarta), Kagendra (Depok), Borneo Hilang Arah (Banjar Baru).

Lainnya, Gokil Jo Noh (Manado), Elang Esport (Bangka), Petigade (Garut), Shadow Esports (Jakarta), Dewa United Horus (Jakarta) dan Pandora Esports (Makassar).

Talenta Anak-anak

Grand Finals juga membawa cerita lokal yang kuat melalui Muhammad Ahnaf Ramadhan Kurnia (AHNAFEIEI), talenta esports Free Fire asal Yogyakarta. Ia memperkuat Borneo Hilang Arah sekaligus menunjukkan bahwa pemain lokal dari Yogyakarta juga bisa mendapatkan tempat di panggung esports nasional.

Ahnaf juga menunjukkan esports kompetitif dapat berjalan beriringan dengan prestasi akademik. Di tengah perjalanannya sebagai pemain esports, ia tetap mampu menjaga performa di sekolah dengan konsisten masuk dalam 10 besar di kelasnya.

Kehadiran Ahnaf di Grand Finals menegaskan bahwa FFNS menjadi ruang bagi pemain dari berbagai daerah untuk berkembang, berkompetisi, dan membangun jalan mereka di ekosistem esports Free Fire.

No More Posts Available.

No more pages to load.