JOGJA, bisnisjogja.id – Wisata Kaliurang dan sekitarnya terkenal dengan panganan khas, jadah tempe. Perpaduan jadah dari ketan dan tempe bacem membuat makanan tersebut terasa legit.
Kini, muncul inovasi baru menambah jadah tempe dengan abon. Makin lengkap dan legitlah panganan tradisional Yogyakarta itu.
Inovasi baru keluar setelah membaca permintaan konsumen terutama luar kota yang berwisata ke Kaliurang. Selain menambah abon, perlu pula solusi agar jadah tempe dan abon bisa bertahan lebih lama karena banyak wisatawan dari luar kota bahkan luar pulau yang ingin membawa pulang.
Tingkatkan Kualitas
Gayung bersambut, Fakultas Peternakan (Fapet) UGM langsung melakukan pengabdian masyarakat guna meningkatkan kualitas dan masa simpan produk pangan lokal.
Mereka memberi solusi ”Aplikasi Metode Pengemasan Retort untuk Meningkatkan Masa Simpan Produk Jadah Abon Tempe” di Sentra Industri Jadah Tempe, Kaliurang, Hargobinangun, Sleman.
Dosen Fapet, Dr Endy Triyannanto memimpin tim dengan dana Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM terjun langsung. Mereka memfasilitasi pengembangan teknologi tepat guna untuk UMKM atau industri rumahan.
Masa Simpan
”Kendala UMKM produsen jadah tempe yakni masa simpan produk yang relatif singkat sehingga membatasi jangkauan pasar. Kami memperkenalkan metode pengemasan retort sebagai solusi yang inovatif supaya masa simpan lebih lama,” papar Endy, Minggu (24/11/2024).
Metode pengemasan retort menggunakan teknologi sterilisasi panas pada suhu tinggi sehingga memungkinkan produk tahan hingga satu tahun. Teknik ini sangat cocok untuk memperpanjang masa simpan produk makanan tanpa menggunakan bahan pengawet kimia.
Mereka juga memperkenalkan penggunaan pengemasan vakum sebagai langkah awal sebelum sterilisasi untuk meminimalkan kandungan oksigen dalam kemasan. Hal ini membantu menjaga kualitas dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme.





