Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan, Bank Indonesia Turunkan BI Rate

oleh -483 Dilihat
Dosen FBE UAJY, Dr, Y Sri Susilo.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia, dari 5,50 persen menjadi 5,25 persen dapat dimengerti. Pasalnya, apabila suku bunga acuan BI tetap pada 5,50 persen juga tidak menjadikan perekonomian lebih buruk.

”Penurunan tersebut dapat dipahami karena inflasi sampai bulan Juni relatif terkendali. Di samping itu, nilai kurs rupiah terhadap dollar AS relatif stabil,” ungkap pengamat ekonomi Dr Y Sri Susilo, Kamis (17/6/2025).

Ia mengungkapkan hal itu menanggapi Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 15-16 Juli 2025 yang memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,00 persen.

Menurut Susilo, penurunan suku bunga acuan tersebut diharapkan segera diikuti penurunan suku bunga perbankan. Dengan turunnya suku bunga perbankan, termasuk suku/tingkat bunga investasi, maka gairah investasi akan meningkatkan. Realisasi investasi akan naik.

”Kenaikan realisasi investasi berarti terbukanya lapangan kerja. Di samping itu, realisasi investasi suatu industri akan menarik aktivitas industri lain, baik melalui keterkaitan ke depan dan keterkaitan ke belakang. Terjadi efek pengganda ekonomi yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Konsisten

Keputusan RDG BI konsisten dengan makin rendahnya prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5±1 persen, terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya, serta perlunya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan pencapaian sasaran inflasi sesuai dengan dinamika yang terjadi pada perekonomian global dan domestik.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial akomodatif terus dioptimalkan dengan berbagai strategi untuk meningkatkan kredit/pembiayaan, menurunkan suku bunga, dan fleksibilitas pengelolaan likuiditas perbankan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk turut menopang pertumbuhan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, serta penguatan infrastruktur dan konsolidasi struktur industri sistem pembayaran.

Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah.

Selain itu, Bank Indonesia terus mempererat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.