JOGJA, bisnisjogja.id – Komunitas ”Jogja Inspira” yang digagas Kadin DIY dan ISEI Cabang Yogyakarta menggelar putaran pertama kolaborasi seni dan ekonomi. Kali ini, pada acara bertajuk ”Jogja Inspira #01” menghadirkan bedah buku sekaligus pentas perdana ”Pelita Hati, Untaian Syair Cinta” karya Prof Anggito Abimanyu.
Agenda yang berlangsung di Ndalem Poenakawan Cafe Resto & Gallery, Jalan KH Ahmad Dahlan Yogyakarta diikuti sejumlah pakar ekonomi, penyanyi dan perupa.
Pada awal acara, penggagas Jogja Inspira, Robby Kusumaharta mengungkapkan kolaborasi seni dan ekonomi bukanlah hal baru. Yogyakarta menjadi tempat persemaian kolaborasi karena banyaknya talenta di bidang tersebut.
”Jogja kaya dengan berbagai produk ekonomi kreatif, termasuk di dalamnya seni yang juga merupakan aktivitas kreatif yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi,” papar Robby pada pembukaan acara yang berlangsung Minggu (31/8/2026) malam.
Talenta Bukan Hanya Teknologi
Dia mengatakan, talenta di era sekarang bukan hanya teknologi. Ada banyak talenta yang tumbuh dan berkembang di Yogyakarta, dari kampus, masyarakat, komunitas dan banyak lagi.
Mereka bisa membangun ekosistem yang dapat berkolaborasi dengan ekonomi sehingga mampu menciptakan banyak hal seperti lapangan kerja, tambahan pendapatan dan pertumbuhan.
Pada kesempatan yang sama, Anggito yang juga Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menceritakan sedikit proses kreatif karya bukunya ”Pelita Hati, Untaian Syair Binta”. Salah satu yang menjadi pendorong ketika dirinya melihat dari dekat pelayanan pasien Covid-19 di RS Haji Jakarta.
”Waktu itu saya melihat sendiri bagaimana para tenaga kesehatan, para dokter, perawat, dan lainnya melayani pasien dalam situasi pandemi. Luar biasa pengorbanan mereka,” ungkap Anggito.
Pada buku yang berisi 13 untaian syair itu, ia mengatakan semuanya merupakan pengalaman yang dirasakan, dilihat dan dialami. Dengan demikian, karya tersebut adalah ungkapan jiwa yang mendalam bukan sekadar ekspresi literer karya kreatif.





