JAKARTA, bisnisjogja.id – Krom Bank Indonesia memperkuat literasi keuangan publik dengan menggelar forum strategis bertajuk ”Dual Lens of Business Outlook 2026” di Jakarta, Jumat (13/2/2026). Inisiatif ini bertujuan membekali pelaku usaha dan masyarakat dengan pemahaman mendalam mengenai ekosistem perbankan digital.
Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, memaparkan transformasi perbankan masa depan dan tren efisiensi bisnis yang akan mendominasi tahun 2026. Ia menekankan, adaptasi terhadap teknologi menjadi kunci utama bagi entitas bisnis untuk tetap kompetitif di pasar yang dinamis.
Sementara itu, Leonard Hartono selaku Founder The Overpost turut membedah peluang investasi dari perspektif praktis. Ia mengidentifikasi berbagai instrumen potensial yang dapat dimanfaatkan masyarakat di tengah fluktuasi pasar global dan domestik.
Masa Depan Finansial
Tema ”Dual Lens” sengaja mengarahkan audiens untuk melihat masa depan finansial melalui keseimbangan antara peluang dan risiko. Forum mendorong sinergi antara visi jangka panjang dan eksekusi strategi jangka pendek agar pengelolaan keuangan tetap terukur.
”Krom Bank menjalankan peran strategis bank digital sebagai solusi finansial modern yang inklusif. Krom Bank berkomitmen menciptakan ruang pertukaran wawasan demi membantu masyarakat mencapai kemandirian finansial,” ungkap Anton Hermawan.
Melengkapi perspektif tersebut, Leonard Hartono menyarankan masyarakat untuk memprioritaskan tabungan dan deposito dengan bunga tinggi. Ia merekomendasikan alokasi sekitar 70 persen dari pendapatan untuk disimpan pada instrumen perbankan yang aman guna menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Krom Bank dalam memberikan nilai tambah nyata bagi nasabah dan publik. Perseroan memandang literasi keuangan sebagai fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang sehat.
Krom Bank menutup forum dengan optimisme untuk tumbuh bersama masyarakat melalui dialog dan pemahaman kebutuhan finansial yang tepat. Perseroan berjanji akan terus menghadirkan program edukatif serupa demi meningkatkan penetrasi perbankan digital di Indonesia.





