JAKARTA, bisnisjogja.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melantik sejumlah pejabat baru untuk mengisi posisi strategis mulai dari level Direktur Eksekutif hingga Kepala Tim. Langkah itu sebagai bagian dari reorganisasi besar guna memperkuat peran LPS sebagai lembaga resolusi yang tangguh di tengah dinamika industri jasa keuangan global dan domestik.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof Anggito Abimanyu, menegaskan momentum pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian posisi.
”Penambahan kekuatan personel baru sangat krusial agar LPS senantiasa siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang semakin kompleks dan tetap menjadi institusi yang terpercaya bagi masyarakat,” ujarb Anggito.
Langkah Strategis LPS
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menjelaskan perombakan merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi implementasi Program Penjaminan Polis (PPP). Lembaga menargetkan kesiapan operasional PPP dapat terlaksana pada tahun 2027, lebih cepat satu tahun dari jadwal semula di tahun 2028.
Berkaca pada keberhasilan di sektor perbankan, LPS optimistis kehadiran PPP akan secara signifikan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mendorong pertumbuhan dana di industri asuransi.
Dalam jajaran pimpinan baru yang dilantik, Monang Siringoringo kini resmi menjabat sebagai Direktur Eksekutif Teknologi Informasi, didampingi oleh sejumlah Direktur Group seperti Nur Budiantoro (Hubungan Lembaga), The Daniel (Pengelolaan Data Bank), dan Vitri Pascauli (Regulasi Lembaga). Selain itu, posisi Plt. Direktur Group dipercayakan kepada Haydin Haritzon untuk Layanan Umum serta Aroma Patria Perdana untuk bidang Resolusi dan Hubungan Investor Asuransi.
Melengkapi struktur baru tersebut, LPS juga melantik 9 Kepala Divisi dan 25 Kepala Tim untuk memperkuat fungsi edukasi, hukum, hingga operasional resolusi bank dan asuransi.
Nama-nama seperti Bayu Permana Jati, Achmad Rasyad Rangkuti, hingga Steffanie Berlian Simatupang kini mengemban tanggung jawab baru untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari sistem Single Customer View (SCV) Polis hingga pengelolaan likuiditas lembaga ke depannya.





