JOGJA, bisnisjogja.id – Salah satu destinasi wisata yang menjadi tujuan di Kota Yogyakarta, Pasar Ngasem. Pasar yang berada di sisi barat Alun-alun Kidul dan tak jauh dari kompleks Tamansari tersebut menyajikan jajanan pasar dan kuliner jadul.
Dulu,Pasar Ngasem terkenal sebagai pasar hewan unggas. Hanya sebagian kecil yang menjajakan kebutuhan sehari-hari, kuliner dan jajan lawasan.
Pada tahun 2010, ketika Wali Kota Yogyakarta Hery Zudianto, pasar hewan unggas mengalami relokasi ke lokasi yang baru di Jalan Bantul dengan nama Pasar Satya dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty).
Hery yang memiliki pemikiran jauh ke depan membuat banyak perubahan di Kota Yogyakarta. Ia juga memindah terminal bus dari Umbulharjo ke Giwangan.
Selain itu, ia juga membiasakan masyarakat untuk bersepeda sehingga setiap hari Jumat malam, warga terutama anak-anak muda bersepeda keliling kota.
Lebih Hijau
Yogyakarta juga semakin hijau dengan program pembuatan taman di jalan-jalan utama, penataan trotoar dan penghijauan.
Pasar Ngasem yang juga mengalami penataan akhirnya menjadi pusat kuliner tradisional. Berbagai jajanan pasar zaman dulu ada di sana.

Begitu pula masakan rumahan seperti sayur lodeh, bobor daun kelor, mangut ikan lele, gudeg dan banyak lagi ada di sana. Tak ketinggalan bakpia yang menjadi salah satu ikon jajanan Yogyakarta.
”Setiap pulang ke Jogja, saya selalu sempatkan jalan-jalan ke Pasar Ngasem. Ada sayur bobor daun kelor yang seger…plus tahu tempe bacem yang legit,” tutur seorang pengunjung, Argo.
Selain kuliner, di tengah-tengah pasar juga ada panggung untuk pentas seni dan budaya. Lokasi tersebut sering menjadi kegiatan para seniman, mahasiswa, siswa dan komunitas menampilkan kreasinya.





