Lindungi Raksasa Laut dari Jalur Kapal, PIS Andalkan Teknologi Canggih

oleh -4 Dilihat
HIU: Ilustrasi hiu paus yang akrab dengan nelayan.(Foto: dok PIS)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Perairan Talisayan di Kalimantan Timur dikenal sebagai habitat penting bagi hiu paus yang hidup berdampingan secara harmonis dengan para nelayan setempat.

Keberadaan mamalia laut raksasa ini tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir melalui sektor ekowisata berbasis konservasi.

Di balik keindahannya, populasi hiu paus kini menghadapi ancaman serius berupa risiko tabrakan dengan kapal di jalur pelayaran yang semakin padat.

Berdasarkan data IUCN, status konservasi hiu paus dikategorikan sebagai Terancam Punah dengan penurunan populasi global yang mencapai lebih dari 50 persen.

Pelestarian Hayati Laut

Melihat kondisi tersebut, PT Pertamina International Shipping (PIS) mengambil langkah nyata untuk mengintegrasikan aspek bisnis pelayaran dengan pelestarian keanekaragaman hayati laut.

”PIS mengoptimalkan pelayaran berkelanjutan dan menjaga keanekaragaman hayati, terutama ekosistem laut, sehingga bisnis dan lingkungan dapat berjalan secara harmonis dan lestari untuk masa depan,” ujar Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita.

Sebagai wujud komitmennya, PIS menggandeng NGO Konservasi Indonesia dalam forum internasional untuk memaparkan strategi perlindungan hiu paus berbasis inovasi teknologi.

Langkah konkret yang diterapkan meliputi pemasangan satellite tag guna memetakan jalur migrasi serta mengidentifikasi titik rawan interaksi antara kapal dan satwa dilindungi tersebut.

Kesadaran Potensi Bahaya Laut

”Pemasangan satellite tag dapat memberikan kita informasi pergerakan hiu paus sehingga mitigasi dapat dilakukan sebelum risiko tabrakan dengan kapal menjadi tidak teridentifikasi dan membahayakan bagi hiu paus,” jelas Iqbal Herwata, Focal Species Conservation Senior Manager dari Konservasi Indonesia.

Selain pemanfaatan teknologi satelit, PIS juga membekali para awak kapalnya dengan peningkatan kesadaran dan kapasitas pelayaran aman guna menekan potensi bahaya di laut.

”Inisiatif PIS dalam menjaga habitat hiu paus ini sangat penting bagi kehidupan megafauna laut yang ancaman hidupnya bisa berasal dari kapal, sehingga kami bisa lebih berhati-hati ketika melewati daerah yang rawan,” ungkap Capt. Marsel Williem, salah seorang pelaut kapal PIS.

No More Posts Available.

No more pages to load.