JOGJA, bisnisjogja.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (24/3/2025) pagi sempat ambruk lagi ke level 5.976 dari pembukaan 6.258 sebelum ditutup pada 6.161.
Hal ini menunjukkan makin banyak investor asing yang ”kabur ada dulu”. Bersamaan itu juga ada momentum pengumuman pengelola Danantara.
”Walau setelah pengumuman tersebut indeks bergerak naik, tapi tidak bisa menghentikan sentimen negatif sehingga indeks berakhir turun,” ungkap Dekan FEB UGM, Prof Didi Achjari, Selasa (25/3/2025).
Ia menilai isu Danantara diduga menjadi salah satu kontributor utama dalam penurunan IHSG.
Walau sudah diumumkan nama-nama besar dari dalam maupun luar negeri yang duduk dalam berbagai posisi di Danantara, pasar masih diliputi keraguan tentang masa depan pengelolaannya.
Pertanyaan Publik
Penyerahan BUMN besar dari Pemerintah ke Danantara menimbulkan pertanyaan tentang potensi tekanan fiskal APBN.
”Hal ini karena berkurangnya dividen untuk APBN karena dividen BUMN tersebut menjadi hak Danantara,” ujar Didi.
Karena itu muncul pertanyaan seperti sejauh mana Danantara dapat menggantikan peran BUMN dalam memberi dividen untuk menambal APBN?
Menurut Didi, sangat berat beban pemerintah untuk meyakinkan investor agar mau kembali ke Bursa Efek Indonesia.
”Sebaiknya tidak perlu ditambahi blunder kebijakan dan komunikasi publik yang berujung kegaduhan masyarakat dan kekhawatiran investor,” tandasnya.





