JOGJA, bisnisjogja.id – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY menggelar Syawalan dan Konsolidasi Strategis di Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Rabu (8/4/2026). Acara ini mempertemukan 71 pemangku kepentingan, mulai dari regulator, akademisi, hingga pelaku usaha, untuk mentransformasikan kesalehan personal menjadi kebangkitan ekonomi umat.
Ketua Umum MES DIY, Prof Edy Suandi Hamid, menegaskan industri halal kini telah bergeser dari sekadar pemenuhan kebutuhan religi menjadi peluang ekonomi global yang sangat besar. Ia mendesak para pemangku kepentingan untuk merespons permintaan pasar dengan penguatan ekosistem industri yang lebih terintegrasi.
”Kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama agar potensi ekonomi syariah memberikan dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Edy.
Ia memproyeksikan Jogja Halal Fest (JHF) sebagai ruang konkret untuk mempertemukan seluruh elemen industri dalam satu wadah strategis.
Pertumbuhan Ekonomi Syariah
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto, turut mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang lebih inklusif. Ia menilai momentum pasca-Ramadan harus menjadi titik awal penguatan sinergi antar-stakeholder guna menjadikan Yogyakarta sebagai penggerak utama ekonomi syariah nasional.
Bank Indonesia berkomitmen mendukung inisiatif seperti JHF guna mempercepat akselerasi industri halal di daerah. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat literasi keuangan syariah di tengah masyarakat.
Dalam tinjauan sosioreligius, Dr Muhamad menekankan pentingnya kejujuran dan disiplin dalam aktivitas ekonomi. Ia menyerukan transformasi kesalehan individu ke dalam praktik ekonomi yang adil, menjauhi riba, serta memperkuat solidaritas melalui zakat, infak, dan wakaf sebagai fondasi ekonomi umat.
Sektor Industri Halal
Pada kesempatan yang sama, Ketua OC JHF #3, Coach Wulan, memaparkan peta jalan penyelenggaraan Jogja Halal Fest #3. Pameran besar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10–13 September 2026 mendatang bertempat di Jogja Expo Center (JEC).
Ia menjelaskan JHF #3 akan mengadopsi pendekatan ekosistem yang mencakup 21 sektor industri halal secara komprehensif. Cakupan pameran meliputi sektor makanan, modest fashion, keuangan syariah, pariwisata ramah muslim, hingga teknologi dan industri kreatif.
Panitia membuka peluang kemitraan luas bagi korporasi dan komunitas melalui berbagai skema, mulai dari co-host hingga program partner. Skema kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat jejaring ekonomi berbasis komunitas yang lebih solid dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi langkah awal MES DIY dalam mematangkan persiapan menuju puncak JHF #3. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memacu pertumbuhan industri halal secara signifikan sekaligus memperkokoh posisi Yogyakarta dalam peta ekonomi syariah global.





