PANGANDARAN, bisnisjogja.id – Sejumlah destinasi wisata pantai memiliki jalur khusus perairan yang indah. Pangandaran misalnya, ada jalur yang menyusuri keindahan sungai sekitar pantai.
Pelaku wisata membutuhkan perahu dan mesin tempel yang handal. Suzuki mengeluarkan mesin tersebut yang terbukti mampu menerabas dan menyusuri sungai hingga ke pelosok.
”Kami dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) intensif mempopulerkan penggunaan mesin tempel atau OutBoard Motor berjenis 4-Tak untuk perairan yang ramah lingkungan,” papar Department Head of Suzuki Marine PT SIS, Aceng Ulumudin, Minggu (15/12/2024).
Menurutnya, Pangandaran mampu menyerap lebih dari tiga juta wisatawan sepanjang tahun 2023. Terdapat tantangan besar guna memastikan pertumbuhan ekonomi serta keberlanjutan pelestarian lingkungan.
Makin Peduli
Para pelaku usaha wisata laut maupun nelayan, kini bersama-sama semakin peduli keberlanjutan. Kebutuhan mesin tempel perahu atau kapal yang ideal, minim risiko dan ramah lingkungan pun menjadi prioritas.
Suzuki melakukan inovasi teknologi yang mampu memitigasi dampak negatif lingkungan, seperti polusi air dan udara. Bagi produsen otomotif itu, pariwisata dapat berkembang bersama pelestarian ekosistem.
”Melalui adopsi mesin tempel 4-Tak, Pangandaran bisa menjadi contoh destinasi dalam keberhasilan menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan alam,” tandas Aceng.
Kurangi Emisi
Aceng menjelaskan, mesin tempel 4-Tak Suzuki menggunakan model untuk mengurangi emisi gas buang maupun polusi suara, sambil sekaligus meningkatkan efisiensi. Model DF20A menjadi unggulan Suzuki Marine karena telah mengusung teknologi mutakhir bersifat ramah lingkungan dan ekonomis.
Penerapan inovasi bernama Lean Burn Control System bekerja secara otomatis mengatur suplai bahan bakar beserta udara untuk menghasilkan kinerja optimal. DF20A terasa sesuai bagi penggunaan sehari-hari.
Ini karena berdimensi kompak, dengan bobot hanya 45 kg. Spesifikasi tersebut menjadikan mesin tersebut teringan di kelasnya. Manfaatnya bagi pengguna mencakup penghematan biaya operasional serta tidak mencemari lingkungan.
Berbeda dengan 2-Tak, mekanisme 4-Tak tidak memerlukan oli campur, sehingga biaya pengoperasian lebih rendah. Suzuki DF20A juga merupakan satu-satunya mesin tempel di kelasnya yang dibekali teknologi Battery- Less Electronic Fuel Injection, menjadikannya pilihan paling efisien.





