OJK dan Bank Negara Malaysia Perkuat Perbankan Syariah

oleh -854 Dilihat
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Indonesia perlu memperkuat perbankan syariah, salah satunya bekerja sama dengan negara tetangga. Kali ini, Indonesia melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng Bank Negara Malaysia.

Kedua pihak melakukan pertemuan bilateral membahas kerja sama dan potensi kolaborasi bidang perbankan syariah, keuangan berkelanjutan dan perkembangan lembaga jasa keuangan (LJK).

Hadir dalam pertemuan, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dan Gubernur BNM, Abdul Rasheed Ghaffour di Jakarta, Jumat (27/9).

Industri Perbankan

Pertemuan membahas perkembangan industri perbankan syariah, inisiatif dalam mengembangkan kebijakan climate risk management, aspek pengaturan dan pengawasan terhadap aktivitas green finance yang dijalankan oleh LJK.

Selain itu, upaya untuk meningkatkan implementasi dari sustainable finance melalui knowledge sharing terkait best practices dari climate risks.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan pertemuan tersebut merupakan agenda yang bermanfaat untuk pembahasan terkait keuangan dan ekonomi kedua negara.

”Pertemuan membahas pembiayaan dan perbankan syariah, juga menyangkut keuangan berkelanjutan dan climate risk serta bidang lain yang menjadi kepentingan bersama dengan skala yang lebih besar,” tandas Mahendra.

Tantangan Sama

Gubernur BNM Abdul Rasheed Ghaffour mengapresiasi pertemuan OJK dan BNM yang sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Ia yakin keduanya menghadapi tantangan yang sama. Pengalaman, pandangan dan wawasan yang mereka diskusikan sangat berguna bagi masa depan.

”Pertemuan ini juga merupakan kesempatan yang baik bagi kami untuk memperkuat dan memperluas kerja sama,” ujar Abdul Rasheed.

Keduanya juga bermaksud melakukan amendemen terhadap Memorandum of Understanding (MoU) antar kedua otoritas yang ditandatangani pada 29 April 2016 dan masih berlaku hingga saat ini.

Kedua otoritas sepakat untuk menambahkan area kerja sama terkait financial technology melalui amendemen MoU tersebut. Mereka berkomitmen memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan kolaborasi di sektor jasa keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.