Pasar Kerja Makin Ketat, Pentingnya Perlindungan Sosial untuk Pekerja Muda

oleh -5 Dilihat
Dosen FEB UGM, Qisha Quarina PhD.(Foto: dok UGM)

JOGJA, bisnisjogja.id – Pasar kerja domestik di Indonesia saat ini dihadapkan pada tantangan struktural yang kian ketat serta kompetitif, khususnya bagi kelompok angkatan kerja muda yang tengah berjuang mencari penghidupan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026, total pengangguran di tingkat nasional tercatat masih berada di kisaran angka yang cukup tinggi, yakni mencapai 7,22 juta orang.

Sebagian besar dari total angka pengangguran tersebut ternyata didominasi secara masif oleh kelompok usia muda, yang mencakup sekitar 67 persen atau setara dengan 4,8 juta jiwa.

Rendahnya Modal Manusia

Menanggapi fenomena ini, Dosen FEB UGM, Qisha Quarina PhD menilai tingginya angka pengangguran muda berkaitan erat dengan rendahnya modal manusia atau human capital.

”Alasan utama kelompok muda lebih rentan adalah karena human capital-nya masih relatif lebih rendah dibandingkan pekerja dewasa, terutama dari sisi pengalaman kerja, pendidikan, dan pelatihan,” ujar Qisha, Jumat (4/9/2026).

Selain keterbatasan pengalaman, dominasi sektor informal di pasar kerja Tanah Air membuat mayoritas pekerja muda kerap terjebak dalam pusaran upah fluktuatif tanpa kepastian jaminan sosial yang memadai.

Prioritaskan Pekerjaan Layak

Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi rentan ini dikhawatirkan memicu risiko jangka panjang berupa beban fiskal antargenerasi manakala Indonesia nantinya resmi memasuki fase penuaan penduduk (aging population).

Melihat kompleksitas masalah tersebut, Qisha menegaskan bahwa para pemangku kepentingan wajib segera memprioritaskan penerapan konsep pekerjaan layak (decent work) yang mencakup seluruh sektor ekonomi.

”Pekerjaan layak seharusnya menjadi hak setiap orang yang bekerja, baik formal maupun informal,” tegasnya, menyoroti sistem perlindungan sosial saat ini yang masih terlampau berfokus pada sektor formal.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, ia turut berpesan kepada kalangan muda agar tidak hanya mengejar besaran upah semata, melainkan juga aktif memahami hak perlindungan kerja demi keberlangsungan jangka panjang.

No More Posts Available.

No more pages to load.