JAKARTA, bisnisjogja.id – Mengawali tahun 2026, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggelar Infrastructure Summit bertema ”Bangga Bangun Indonesia”. Perusahaan bertujuan memperkuat kolaborasi bisnis di tengah ketatnya persaingan pasar semen domestik.
Perusahaan berkode saham SMGR ini melakukan transformasi besar untuk menghadapi tantangan overcapacity. Semen Indonesia kini fokus menghadirkan solusi bahan bangunan inovatif yang relevan dengan kebutuhan pasar tahun 2026.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menegaskan perusahaan terus memperkuat posisi sebagai mitra strategis. Mereka mengandalkan pengembangan semen hijau dan solusi konstruksi terintegrasi sebagai nilai tambah bagi pelanggan.
Pahami Karakter Pasar
Dicky menyebut pihaknya kini hadir lebih dekat untuk memahami karakter pasar di setiap daerah. Juga meningkatkan efisiensi tata kelola rantai pasok agar lebih efektif dalam menjangkau proyek-proyek nasional.
Sektor perbankan turut memprediksi pemulihan industri semen tahun 2026. Riset internal PT Bank Mandiri Tbk memproyeksikan penjualan semen nasional akan tumbuh sekitar 2,5 persen pada 2026.
Pertumbuhan bakal terdorong oleh peningkatan belanja infrastruktur dan gairah sektor properti. Momentum tersebut menjadi peluang emas bagi SIG untuk mengoptimalkan utilisasi pabrik yang belum maksimal.
Inovasi Semen Hijau
Dalam forum yang sama, Direktur Operasi SIG Reni Wulandari memperkenalkan inovasi semen hijau. Produk tersebut mampu menekan emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah daripada semen konvensional.
Semen hijau SIG memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang sangat tinggi, yakni di atas 90 persen. Salah satu merek unggulannya, PwrPro, telah menyokong berbagai proyek strategis nasional.
Semen Indonesia juga mendorong penggunaan bata interlock presisi untuk mendukung program pembangunan tiga juta rumah per tahun. Produk turunan semen hijau menjadi solusi efisien untuk kebutuhan perumahan rakyat.
Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, mengajak seluruh mitra bisnis memperkuat kolaborasi strategis. Ia berkomitmen membawa pembangunan infrastruktur Indonesia menuju transisi rendah karbon yang kompetitif pada level global.





