Rapimda Kadin DIY, Fokus Ketahanan Pangan, Lapangan Kerja, Perumahan, dan Pariwisata

oleh -468 Dilihat
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.(Foto: Yuliantoro)

JOGJA, bisnisjogja.id – Kamar Dagang dan Industri DIY menggelar Rapat Pimpinan Daerah 2025 di Jogja Expo Center, Minggu (9/2/2025). Acara ini mengusung tema ”Sinergi dan Akselerasi: Mendorong Pencapaian Ketahanan Pangan, Penciptaan Lapangan Kerja, Perumahan, dan Pariwisata”.

Ketua Kadin DIY, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, menegaskan bahwa ketahanan pangan membutuhkan inovasi, digitalisasi, dan kerja sama lintas sektor. Selain itu, penciptaan lapangan kerja akan didorong melalui pemberdayaan UMKM serta investasi berorientasi kesejahteraan masyarakat.

”Kadin DIY tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mempercepat program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Mangkubumi dalam sambutannya.

Sektor Perumahan

Selain ketahanan pangan dan lapangan kerja, sektor perumahan juga menjadi perhatian utama. Kadin DIY berkomitmen meningkatkan akses terhadap hunian layak guna menunjang kualitas hidup masyarakat.

Tahun ini, program bantuan rumah tak layak huni akan dilanjutkan di Kulonprogo, setelah sebelumnya diberikan di Gunungkidul.

Pada sektor pariwisata, Kadin DIY menargetkan pengembangan destinasi unggulan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

BUKA RAPIMDA: Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama pengurus Kadin Indonesia dan DIY membuka Rapimda 2025.(Foto: Yuliantoro)

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor tersebut.

”Turis banyak datang ke Jogja, tetapi pengeluaran mereka masih terbatas. Ini menunjukkan perlunya strategi agar dampak ekonomi lebih signifikan,” kata Sultan.

Program Prioritas

Dalam Rapimda ini, Ketua Panitia Pengarah Kadin DIY, Robby Kusuma Harta, menyampaikan tujuh program prioritas Kadin DIY tahun 2025, yaitu pertama pariwisata minat khusus, fokus pada pengembangan wisata berbasis pengalaman dan faktor diferensiasi.

Berikutnya penguatan UMKM dan koperasi. Mendorong UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Lantas sirkular ekonomi dan lingkungan dengan optimalisasi UMKM dalam sanitasi cerdas dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Program lain, revitalisasi pendidikan dan vokasi. Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Juga pendirian Jogja Trading House sebagai pusat distribusi dan promosi produk lokal.

Tak ketinggalan alternatif pembiayaan melalui pendirian Jogja Financial Club untuk memperluas akses modal bagi pelaku usaha. Terakhir, transformasi digital dengan mempercepat adopsi teknologi dalam dunia usaha.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan organisasi memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam berbagai program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), perumahan murah, dan pemeriksaan kesehatan gratis.

”Selain itu, penguatan koperasi dan UMKM sangat penting karena mereka adalah tulang punggung ekonomi, seperti yang terbukti saat pandemi Covid-19,” ujar Anindya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.