JOGJA, bisnisjogja.id – Kondisi ekonomi dan bisnis DIY tahun 2025, akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Indonesia dan dunia. Kondisi tersebut antara lain dinamika perekonomian global, politik dan konflik di sejumlah negara.
”Menurut saya, ekonomi dunia dan Indonesia sedang tidak baik-baik saja,” ungkap Wakil Ketua Kadin DIY, Robby Kusumaharta, Senin (23/12/2024), di Gedung BPD DIY.
Ia menyampaikan pendapatnya pada Diskusi & Outlook Bisnis dan Ekonomi DIY Tahun 2025 dengan tema ”Opportunities, Challenges and Strategies for Growth”. Acara merupakan kerja sama Kadin DIY Bank BPD DIY & ISEI Cabang Yogyakarta.
Menurut Robby, kondisi ekonomi Indonesia tahun depan akan dipengaruhi kenaikan PPN menjadi 12 persen. Beberapa industri yang sedang mengalami ”slowdown” dan bahkan terjadi PHK misalnya industri TPT, industri media dan lainnya.
Perlambatan Ekonomi
”Ekonomi DIY bakal terjadi perlambatan ekspor, khususnya pada industri TPT. Dengan skenario optimistis, penurunan nilai ekspor DIY pada tahun 2025 sebesar 1,7 persen (y-o-y) dengan nilai US$ 430,41 juta,” jelas Robby.
Proyeksi tersebut mempertimbangkan faktor geo-fragmented, perlambatan perekonomian domestik, gejala ”dutch disease”, nilai investasi PMDN serta PMA dan kebijakan kenaikan upah di dalam negeri.
Ia menyarankan pemerintah perlu memperhatikan peningkatan produktivitas tenaga kerja dengan mengajak industri memanfaatkan fasilitas ”super deduction tax” . Fasilitas tersebut bisa untuk pelatihan, vokasi dan litbang yang bertujuan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Stagnasi Sekuler
Ketua ISEI Cabang Yogyakarta, Prof Didi Achjari menambahkan pertumbuhan ekonomi DIY dan Indonesia tahun 2025 tidak terlepas dari adanya ancaman ”stagnasi sekuler”. Ekonomi tumbuh stagnan pada lima persen atau tumbuh melambat.
Pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2025 akan memperoleh dorongan dari proyek kalan tol Solo-Jogja-YIA dan Bawen-Jogja. Data empiris ”daya ungkit” proyek infrastruktur di DIY cukup signifikan dengan adanya sejumlah proyek seperti jalur selatan dan Bandara YIA.
”Berdasarkan kondisi tersebut pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2025 diprediksi akan sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Didi.






