JOGJA, bisnisjogja.id – Pemerintah Kota Yogyakarta telah melakukan pembersihan sebanyak 3.100 ton sampah pada 14 depo besar. Saat ini masih tersisa sampah di 31 depo kecil dengan volume sekitar 600 ton.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengungkapkan itu pada penutupan safari tarawih Wali Kota Yogyakarta di Masjid Al Furqon DPRD Kota Yogyakarta.
Safari tarawih menjadi ajang silaturahmi antara Pemkot dan DPRD untuk memperkuat sinergi dalam aspek spiritual.
Kecuali itu, menjadi sarana untuk menyosialisasikan program prioritas pembangunan daerah.
”Sampah yang tersisa segera dibersihkan. Depo-depo kecil apabila keberadaannya tidak lagi bermanfaat, akan dihilangkan sehingga hanya depo besar yang tetap beroperasi,” papar Hasto, Kamis (27/3/2025) malam.
Gerobak Sampah
Hasto juga menyampaikan saat ini ada kekurangan 42 gerobak sampah. Anggaran perubahan akan diusulkan untuk pengadaan 616 gerobak sampah bagi sejumlah RW di Kota Yogyakarta.

Pada kesempatan itu, mengapresiasi respons positif masyarakat terhadap program penanganan sampah.
Wakil Ketua 2 DPRD Kota Yogyakarta, Triyono Hari Kuncoro menambahkan safari tarawih menjadi langkah awal membangun kolaborasi aspek spiritual lebih erat antara DPRD dan Pemkot.
Ketua Takmir Masjid Al Furqon, Nanang Dwi Antoro, mengatakan keberadaan masjid memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari salat berjamaah hingga pengajian.
Dalam menyambut Ramadan, BAZNAS Kota Yogyakarta telah mengukuhkan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Furqon DPRD Kota Yogyakarta yang dipimpin langsung Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs H Syamsul Azhari.
Di sela-sela tarawih, sebagai bentuk apresiasi, tenaga keamanan dan kebersihan DPRD Kota Yogyakarta menerima bingkisan Lebaran.





