JOGJA, bisnisjogja.id – Jumlah perguruan tinggi di DIY mencapai 106 dengan mahasiswa ribuan. Ini sebenarnya berpotensi membantu mengatasi kemiskinan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Rektor Universitas Widya Mataram (UWM), Prof Edy Suandi Hamid mengungkapkan itu menanggapi persoalan kemiskinan dan ketimpangan di DIY.
”Ada potensi yang belum optimal dalam pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan di DIY,” ujar Edy.
Jumlah orang miskin di DIY mencapai 430.000 atau 10,4 persen dan tertinggi di Jawa.
Mengatasi persoalan tersebut, pemerintah bisa melibatkan PTN dan PTS yang tersebar di seluruh wilayah DIY.
Pengabdian Masyarakat
Menurut Edy, melalui program pengabdjan masyarakat, kampus bisa menempatkan dosen dan mahasiswa pada kantong-kantong kemiskinan.
”Program itu sebaiknya tidak bersifat sporadis namun berkesinambungan sehingga betul-betul terstrutur dengan melakukan afirmasi sehingga si miskin bisa naik kelas dan keluar dari kemiskinan,” paparnya.
Lebih dari itu, jelas Edy, setiap tahun juga ada progran KKN yang melibatkan ribuan mahasiswa.
Mereka juga bisa terjun di kantong kemiskinan atau membantu usaha mikro kecil secara berkesinambungan.
”Ada program yang berlanjut pada mahasiswa KKN berikutnya, jadi ada keberlanjutan tak hanya selesai begitu KKN usai,” tandasnya.





