JOGJA, bisnisjogja.id – Predikat desa wisata bertebaran di Yogyakarta. Namun demikian, hanya ada satu Desa Wisata Edukasi, Hermoyo Edupark. Desa ini terletak di Semoyo, Patuk, Gunungkidul.
Warga desa banyak bertani dan memelihara hewan ternak. Ini bisa menjadi potensi mendatangkan wisatawan. Karena itulah, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Maslahat melakukan pembinaan pada Desa Semoyo, sejak tahun 2023.
Wakil Rektor bidang Keuangan dan Aset UMY, Rudy Suryanto PhD menjelaskan mata pencaharian mayoritas warga desa Semoyo adalah bertani. Kampus pun membawa program yang tidak akan menghilangkan jati diri dan pekerjaan asli warga desa.
”Ini merupakan komitmen kami berkontribusi secara langsung dan nyata kepada masyarakat,” tandas Rudy, Minggu (26/1/2025).
Potensi Lokal
Ia memaparkan, pemberdayaan masyarakat setempat sesuai dengan milestone UMY sebagai green campus dan entrepreneur university. Kampus fokus pada peningkatan potensi lokal dan perekonomian masyarakat.
”Desa Wisata Edukasi, Hermoyo Edupark kami targetkan bisa buka untuk masyarakat umum saat libur lebaran mendatang,” ujarnya.

Pada program kali ini, kampus mencoba memberi nilai tambah dengan teknologi dan inovasi, guna memaksimalkan perekonomian warga. Program pengembangan desa merupakan kombinasi antara ekowisata, peternakan, dan pertanian yang menggunakan konsep integrated farming system (sistem pertanian terpadu).
Selain itu, ada pembinaan sektor pariwisata sesuai desa wisata edukasi dengan nama Hermoyo Edupark. Sebagai tempat wisata tentunya komponen UMKM tak kalah penting.
”Akan ada fasilitas gerai UMKM yang berasal dari lima dusun Desa Semoyo, yakni Dusun Semoyo, Brambang, Salak, Pugeran, dan Wonosari,” imbuh Rudy.





