JAKARTA, bisnisjogja.id – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum penguatan solidaritas nasional. Aksi penggalangan dana dalam acara Kesenian Rakyat di tiga lokasi sukses menghimpun bantuan sebesar Rp 2.164.037.334 bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Donasi yang terkumpul secara digital melalui QR Code ini merupakan wujud gotong royong masyarakat yang difasilitasi oleh keluarga besar BUMN dan Danantara Indonesia. Partisipasi publik ini menunjukkan kepedulian tinggi terhadap sesama di masa sulit.
Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menegaskan bahwa antusiasme ini mencerminkan semangat kemerdekaan.
“Momentum Kemerdekaan tahun ini menjadi pengingat tentang kekuatan gotong royong bagi saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Rohan.
Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Di sisi operasional, Danantara Indonesia bergerak cepat mengoordinasikan respons lintas BUMN. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak berjalan tepat sasaran selama masa tanggap darurat.
Masa tanggap darurat sendiri telah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat hingga 28 Agustus 2026. Fokus utama saat ini diarahkan pada pemulihan layanan publik sebagai tulang punggung kemanusiaan.
Hingga Senin (17/8), PLN tercatat telah memulihkan 88% pelanggan dan 98,3% jaringan listrik di wilayah terdampak. Langkah ini vital agar fasilitas umum dan posko bantuan dapat beroperasi kembali secara normal.
Tak ketinggalan, Telkom Group mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi guna memastikan kelancaran akses informasi dan koordinasi bantuan. Pasokan bahan bakar pun dipastikan aman untuk mendukung mobilitas di lapangan.
Bantuan Berbagai Kebutuhan
Bantuan yang terkumpul disalurkan dalam bentuk kebutuhan mendesak, mulai dari pangan, air bersih, hingga peralatan pengungsian. Distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan pemetaan kebutuhan di wilayah terdampak.
Danantara Indonesia juga mulai mendata kerusakan hunian warga untuk mendukung tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Fokus jangka panjang ini akan terus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah terkait.
“Fokus kita adalah memastikan dukungan tersalurkan tepat sasaran. Kami pun mulai memetakan kebutuhan lanjutan bagi pemulihan fasilitas dan hunian warga yang rusak,” tutup Rohan.







